HIPPI Garda Ekonomi Rakyat

Laporan: Redaksi

Deklarasi HIPPI

Deklarasi HIPPI

JAKARTA, (Tubas) – Jika Indonesia tidak segera menghentikan ekspor bahan-bahan mentah yang menjadi bahan baku industri di luar negeri, dalam waktu tidak lama lagi Indonesia akan terpuruk menyusul terkurasnya isi perut bumi Indonesia.

Hal itu dikatakan mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli di depan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Putra Indonesia (HIPPI) pada acara Deklarasi HIPPI sebagai Garda Ekonomi Rakyat di Smesco Building, Jakarta, Jumat silam. HIPPI periode 2011-2014 dipimpin Ketua Umum, Drs. Yockye M Hutagalung, MM.

Deklarasi yang berlangsung hingga tengah malam itu dihadiri juga oleh tokoh pers nasional, Surya Paloh dan mantan Menteri Pertanian, Marzuki Usman serta sejumlah tokoh pengusaha nasional lainnya.

Menurut Rizal Ramli, tidak ada satu negara pun di muka bumi ini yang bisa menyejahterakan warganya dan bisa menjadi bangsa yang besar jika hanya mengandalkan ekspor bahan mentah. Bahkan bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang paling melarat.

Jika pemimpin negeri ini pintar dan bijak, lanjut Rizal, di Indonesia sudah harus didirikan sebanyak mungkin industri untuk mengolah seluruh bahan mentah hasil bumi Indonesia untuk kemudian diekspor sebagai produk jadi.

Menurutnya, jika bahan mentah yang kita ekspor, yang menikmati nilai tambahnya adalah orang asing yang sekaligus menguras kekayaan alam kita. Sementara itu kekayaan negeri ini lama-kelamaan semakin kering dan akhirnya terkuras habis dan kita tinggal gigit jari.

“Maka itu saya heran kenapa pemerintahan SBY ini membiarkan dunia usaha mengekspor bahan-bahan mentah. Apakah pemimpin kita tidak tahu resikonya jika kita ekspor terus hasil bumi dalam keadaan mentah,” katanya.

Sementara itu, Surya Paloh mengatakan, untuk membangun ekonomi Indonesia perlu dorongan dunia usaha yang kuat yang akan membuat perkonomian makin maju. Yang penting bagi kita, katanya, adalah bagaimana kita tetap berupaya seoptimal mungkin, agar arti keberadaan pengusaha ini tidak hanya terbatas untuk kepentingan pribadi, kelompok dan kepentingan jangka pendek semata-mata.

Menurutnya, seharusnya kita tidak ikhlas dan jangan dibiarkan Indonesia semakin hari semakin terpuruk dan tersudut-sudut. “Saya sepakat, faktor leadership dan visioner yang tidak ada dan tidak adanya ketegasan dalam melakukan manajemen,” ujar Surya Paloh.

Sementara itu, Ketua Umum HIPPI, Yockye dalam sambutannya mengajak seluruh pelaku usaha di dalam negeri untuk memulai langkah yang terbaik demi masa depan anak dan cucu kita. Salah satu tema yang disorot Yockye adalah menghentikan pengiriman TKI (baca: babu-babu) ke luar negeri dengan cara menciptakan lapangan kerja yang lebih luas lagi di tanah air. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar