Hubungan Anak dan Orang Tua Mulai Kurang Harmonis

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi (USB) Surakarta yang tergabung dalam Indigenous Psychology Community, menggagas sebuah kegiatan bertajuk Dongeng dan Dolanan Pinggir Kali, yang diadakan pada Selasa (29/5) di Warung Kampung, Begajah, Sukoharjo.

Kegiatan yang juga didampingi seorang psikolog anak yang juga dosen di Fakultas Psikologi USB, Yustinus Joko Dwi Nugroho ini diikuti sekitar 80-an anak dan keluarganya. Acara ini mengangkat tema “Kearifan Lokal Untuk Kesehatan Fisik dan Psikologis”.

Joko mengatakan dalam kegiatan ini, pengenalan nilai-nilai kearifan lokal ini dilakukan melalui media mendongeng dan permainan tradisional. Permainan tradisional saat ini dinilai mulai tergerus oleh kecanggihan alat permainan masa kini.

Maka dalam kegiatan ini anak-anak diajak untuk memainkan berbagai macam permainan tradisional di antaranya permainan kelereng (gundu), lompat tali, bermain bola bekel, bermain dakon (congklak), serta permainan engklek.

Indigenous Psychology Community sendiri sudah beberapa kali mengisi kegiatan di Car Free Day Kota Surakarta dengan menampilkan berbagai macam permainan tradisional.

“Banyak hal positif secara psikologis yang bisa diambil dari permainan tradisional ini, antara lain melatih sosialisasi, ketrampilan motorik, pelampiasan emosi-emosi yang negatif dari individu, sebagai media play therapy dan lain sebagainya,” tambah Joko.

Selain fokus pada psikologis masing-masing anak, acara ini juga bertujuan mempererat hubungan psikologis antara anak dan orang tua dimana saat ini banyak permasalahan di masyarakat yang bermula dari hubungan anak dan orang tua yang kurang harmonis. Terselenggaranya kegiatan ini juga didukung oleh beberapa pihak antara lain grup band Blueskala, komunitas dongeng Kincir dan komunitas dongeng dari BNN Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan Dongeng dan Dolanan Pinggir Kali ini diakhiri dengan pembagian takjil dan buka puasa bersama.(sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar