Impor Komponen Otomotif Dilonggarkan

Laporan : Redaksi

Budi Darmadi

Budi Darmadi

JAKARTA, (Tubas) – Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi mengatakan gempa dan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret 2011 menyebabkan sejumlah pasokan komponen untuk beberapa produsen otomotif terganggu.

“Untuk itu, pemerintah akan melonggarkan impor komponen otomotif, terutama komponen yang diimpor bersamaan kendaraan yang terurai tak lengkap atau incompletely knocked-down (IKD). Komponen tersebut kini terpaksa diimpor terpisah karena gangguan pasokan,” kata Budi Darmadi di Jakarta.

Untuk mendukung program tersebut, kata Budi, pemerintah sedang mengumpulkan data komponen yang ada kemungkinan diimpor terpisah. “Pemerintah akan memfasilitasi agar komponen terpisah tetap dianggap IKD,” katanya.

Sementara itu disebut, bea masuk yang dikenakan untuk impor kendaraan IKD sekitar 0-7,5 persen. Kalau komponen diimpor secara terpisah, bea masuk mencapai 10 persen. “Sebab, komponen yang datangnya tak bersamaan bakal terkena tambahan bea masuk lagi,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, nilai impor IKD dari Jepang Januari-Februari lalu berupa vehicle of head jenis 8704 dengan berat 5-24 ton senilai US$ 88 juta. Ada pun impor vehicle of head lainnya dari jenis 8703 awal 2011 mencapai US$ 69,6 juta.

Untuk mengatasi paceklik komponen, Budi pernah mengisyaratkan mencari pemasok pengganti dalam jangka pendek, antara lain Korea Selatan, Taiwan dan Cina. Pemerintah sedang menegosiasikan kontrak jangka pendek selama tiga bulan, mulai Mei mendatang dari ketiga negara itu. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar