Impor Tekstil Melonjak, Hambat Pertumbuhan Industri DN

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Impor tekstil yang terus melonjak dan telah menghambat pertumbuhan industri dalam negeri harus segera dikendalikan.

Hal itu dikatakan Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA), Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Impor yang melonjak hingga 300 persen terutama untuk kain, kata Sigit umumnya dilakukan oleh kalangan importir produsen (IP). Kalau IP yang impor, produknya tidak bisa dipindahtangankan. ‘’Ini harus diawasi karena pemindahtanganan itu merupakan pelanggaran,” kata Sigit..

Sigit memaparkan, kendati pertumbuhan industri tekstil pada 2016 sebesar 2,35 persen lebih besar dari tahun sebelumnya yakni sebesar 1,76 persen, namun angkanya masih di bawah pertumbuhan industri non migas pada 2016 sebesar 4,4 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 2016 sebesar 5,02 persen.

Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian tidak mengambil kebijakan, tapi melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk melakukan pengawasan.

Kemenperin akan melakukan kroscek data permintaan impor para produsen tekstil yang diberikan oleh Kemendag untuk kemudian ditinjau permintaan impornya dengan kapasitas produksinya.

“Jadi nanti kita informasikan kepada pihak Kemendag, kalau produsen bersangkutan sebetulnya tidak perlu impor segini, karena kapasitas produksinya hanya segini. Kami terus berkoordinasi dan perlu diawasi, karena dikhawatirkan tekstil impor itu dipindahtangankan,” ujar Sigit.

Sementara itu, lanjut Sigit, Ditjen Bea Cukai membentuk tim dengan KPK dan TNI untuk mengimplementasikan penanganan dalam hal pengawasan impor. Menurut Sigit, upaya koordinasi yang dilakukan mampu menurunkan impor di sektor industri tekstil hingga 33 persen.

Kendati demikian, Kemenperin masih pesimistis untuk menargetkan pertumbuhan industri tekstil pada 2017, yang angkanya dipatok 1,71 persen. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar