Indonesia Bujuk China untuk Inves di Indonesia

ft-shanghai

SHANGHAI, (tubasmedia.com) – Indonesia akan terus berusaha membujuk investor China agar berkenan untuk menanamkan modalnya (inves) di Indonesia, kendati minat para pengusaha China ingin hanya berjualan di Indonesia.

‘’Tapi kita yakin mereka akan tertarik untuk inves lalu membangun pabriknya di Indonesia sebab banyak kemudahan yang akan diberikan pemerintah kepada investor asing,’’ kata Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, (IPAMP), Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Teddy C Sianturi kepada wartawan di kantornya kemarin.

Teddy baru saja kembali dari Shanghai menghadiri Kegiatan Indonesia Investment Marketing Shanghai 2015. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan KJRI Shanghai dan United Overseas Bank (UOB) itu berlangsung 27 November 2015.

Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah sebagai sarana fasilitasi bagi calon investor dari China mengenai peluang dan insentif investasi di Indonesia. Acara ini dilaksanakan dalam bentuk rangkaian kegiatan Business Forum, One on One Meeting dan Dinner Reception.

Kegiatan Indonesia Investment Marketing di Shanghai ini menekankan pada potensi investasi untuk bidang industri maritim, permesinan dan elektronika serta wilayah provinsi Banten sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang dikembangkan untuk penanaman modal asing.

Selain itu, disampaikan pula mengenai insentif investasi bagi para investor, seperti
tax holiday. Tax holiday ini merupakan investif investasi berupa pembebasan pajak selama 5-15 tahun yang diberikan kepada 9 jenis industri pioneer dengan nilai investasi minimum Rp 1 triliun.

Demikian juga tax allowance yang merupakan pengurangan pajak PPh perusahaan sebanyak 5% per tahun selama 6 tahun yang diberikan kepada 143 sektor dengan ketentuan tertentu. Di samping itu juga disampaikan import duty facility. Import duty facility adalah fasilitas pembebasan bea masuk impor untuk barang modal dan material selama 2 tahun atau 4 tahun bagi perusahaan yang menggunakan TKDN mesinnya minimal 30%.

Teddy juga dalam kesempatan itu menyampaikan mengenai peluang invetasi untuk sektor maritim, permesinan dan ICT. Secara umum, peluang investasi sektor industri maritim, permesinan dan ICT didorong oleh pengembangan sektor infrastruktur pembangunan jalan, sarana transportasi darat dan laut, pengembangan pembangkit listrik, pembangunan sarana telekomunikasi dan lain-lain.

Terkait sektor maritim, kata Teddy, disampaikan mengenai pengembangan zona maritim di wilayah Batam, Tanggamus dan Lamongan. Adapun peluang dan kerjasama untuk sektor maritime diantanya adalah joint shipbuilding projects, Joint investment for ship component dan joint research and training program.

‘’Mengenai peluang dan kerjasama di bidang industri permesinan, kami menyampaikan mengenai potensi proyek ketenagalistrikan, pengembangan kawasan industri serta pengembangan kapasitas untuk pabrik baja. Sedangkan untuk sektor ICT, kami menyampaikan paparan mengenai kebijakan nasional dalam pengembangan TKDN untuk produk elektronika dan ICT sesuai dengan Permenperin 68/2015,’’ kata Teddy. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar