Indonesia Ekspor Langsung Produk Manufaktur ke AS

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sejumlah produk industri manufaktur Indonesia diekspor secara direct call ke Amerika Serikat dengan menggunakan kapal kontainer berukuran besar.

Direct call adalah sistem pelayaran langsung peti kemas dari pelabuhan domestik ke pelabuhan tujuan di luar negeri tanpa singgah di pelabuhan mana pun.

“Pengiriman ini bisa lebih cepat sampai sehingga akan mendorong peningkatan daya saing produk kita di Amerika Serikat,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai pelepasan ekspor komoditas nonmigas Indonesia dari Jakarta menuju Los Angeles yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Terminal Jakarta International Container Terminal (JICT), Selasa (15/5).

Pada kesempatan itu, turut mendampingi Presiden, yakni Menperin Airlangga, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya.

Airlangga menjelaskan, pengiriman komoditas melalui rute langsung tersebut dapat lebih efisien dan memangkas biaya logistik hingga 20 persen. “Jadi, lebih murah berkisar USD300 setiap kontainer, dibandingkan jika dengan perjalanan melalui Singapura,” ujarnya.

Selain itu, mampu menghemat waktu pengiriman barang. “Kalau lewat Singapura, shipping time-nya kira-kira sampai 31 hari. Sedangkan, dengan direct call ini hanya 23 hari sehingga membantu time to market lebih cepat,” jelasnya.

Dari 32 industri manufaktur di dalam negeri yang terlibat dalam pengiriman via kapal raksasa tersebut, total nilai ekspornya USD11,98 Juta. Produk nonmigas ini meliputi alas kaki sebesar 50 persen, produk garmen (15 persen), produk karet, ban dan turunannya (10 persen), produk elektronik (10 persen), serta produk lainnya seperti kertas, ikan beku dan suku cadang kendaraan (15 persen).

“Seluruhnya produk manufaktur, bukan komoditas mentah,” tegas Menperin. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar