Industri Agro, Andalan Masa Depan

SURABAYA, (tubasmedia.com) – Pemerintah menetapkan industri agro sebagai industri andalan masa depan. Kementerian Perindustrian mencatat pertumbuhan industri agro pada 2016 mencapai 6,39%.

Dirjen Industri Agro, Kemenperin Panggah Susanto mengatakan hal itu saat tampil bersama Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih sebagai nara sumber pada Workshop Pendalaman Industri bagi Wartawan di Surabaya, Senin.

Pertumbuhan tersebut katanya lebih tinggi dari tahun 2015 ke tahun 2016 di mana output industri tersebut tumbuh 5,82%. Adapun, pertumbuhan industri tersebut secara umum terdongkrak terutama oleh industri makanan dan minuman (mamin).

Beberapa sektor lain yang menyumbang pertumbuhan sektor tersebut yaitu inbdustri kertas, barang dari kertasm dan percetakan yang tumbuh 2,16%, industri kayu, barang kayu, dan anyaman yang tumbuh 1,8%, dan industri pengolahan tembakau yang tumbuh 1,64%.

dalam paparannya menyebut industri kelapa sawit merupakan sektor yang sangat prospektif karena dengan bahan baku tersebut, dapat dihasilkan produk pangan, nonpangan, bahan kimia, hingga sumber energi baru terbarukan.

“Kepastian suplai bahan baku untuk industri pengolahan dapat ditingkatkan dengan keterlibatan masyarakat pada pembangunan kebun kelapa sawit,” ungkapnya.

Dirjen IKM

Sementara itu Gati Wibawaningsih mengatakan saat ini terdapat 7.437 sentra Industri Kecil Menengah (IKM) paling banyak di Pulau Jawa dengan enam cabang komoditi utamanya. Di mana komoditas pangan memiliki sentra terbanyak sebesar 2.985 sentra.

“Ada 6 komoditi dengan total 7.437 sentra di seluruh Indonesia. Dari semua komoditi pangan terbesar 40% dengan 2.985 sentra, ini yang paling banyak di Indonesia dibandingkan komoditi lainnya,” katanya.

Komoditi lain dengan jumlah terbanyak ke dua yakni komoditi kerajinan dan aneka sebesar 23% atau 1.698 sentra, komoditi sandang sebesar 16% atau 1.150 sentra. Komoditi kimia dan bahan bangunan sebesar 10% atau 752 sentra, furnitur sebesar 6% atau 462 sentra serta komoditi logam, mesin, elektronika dan alat angkut hanya 5% atau 390 sentra.

“Total kondisi sentra sebanyak 7.437 sentra memiliki total tenaga kerja 1.089.367 orang. Itu terbanyak tersebar di Pulau Jawa sebesar 4.443 sentra dengan 675.007 tenaga kerja dan di luar Pulau Jawa sebanyak 3.004 sentra dengan 414.360 tenaga kerja,” katanya. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar