Industri Elektronika Tetap Tumbuh Pada Tahun Politik

FGD – Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Janu Suryanto (kiri) bersama Senior Manager Business Development Polytron, Joegianto (kanan) saat tampilsebagai nara sumber pada Focus Group Discussion (FGD) didampingi moderator Sabar Hutasoit (tengah). –tubasmedia.com/ist

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menghadapi tahun 2019, tahun politik, pelaku usaha di bidang industri elektronika, tetap menyikapinya  dengan positif dengan melakukan ekspansi pasar dan melakukan investasi besar-besaran di bidang Research & Development (R&D) seperti yang dilakukan Polytron.

Demikian terungkap pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Peluang dan Tantangan Industri Elektronika dan Telematika 2019” di Jakarta, Kamis (21/2).

Hadir dalam acara yang diselenggarakan CV Konsultan Media Utama (KMU) bekerjasama dengan Direktorat Industri Elektronika dan Telematika itu antara lain, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Janu Suryanto dan Senior Manager Business Development Polytron, Joegianto.

‘’Kami yakin di tengah panasnya suasana di tahun politik, industri elektronika pasti tumbuh berkembang,”ujar Senior Manager Business Development Polytron, Joegianto.

Bagi Polytron, saat ini katanya,  R&D adalah ujung tombak perusahaan yang akan memberikan kreasi-kreasi serta solusi baru dalam menghadapi persaingan dengan competitor.

Polytron adalah brand lokal ternama yang berdiri sejak tahun 1975. Perusahaan industri ini  menghasilkan berbagai produk audio-video, peralatan rumah tangga, dan produk elektronik lainnya.

Saat ini, Polytron  memegang 13 paten untuk berbagai produk elektronik. Selain di bagian Research and Development, Polytron juga berkompetensi di bagian Quality Assurance, Marketing and Sales, dan After Sales.

Menurut Joegianto, dalam tahun 2019 Polytron sangat berkeinginan untuk memperbesar pasarnya, selain pangsa pasarnya di Indonesia juga menjajaki kembali menggarap pasar ekspor, terutama ke wilayah Afrika.

“Ekspor perdana Polytron sekitar tahun 1990-an. Waktu itu, kita mengirim TV-CRT ke negara-negara Eropa,”ujar Joegianto.(sabar)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar