Industri Kimia Dalam Negeri Masih Memiliki Banyak Masalah

\

YOGYAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Muhamad Khayam mengatakan industri kimia dalam negeri masih memiliki banyak masalah.

Hal itu seperti masih terbatasanya kapasitas produksi kimia dasar, masih tingginya impor bahan baku serta masih terbatasnya rekayasa reseach and development.

“Persoalan-persoalan itulah yang akan dibenahi dalam implementasi making 4.0 yakni meningkatkan kapasitas domestik petrokimia dan mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Khayam dalam workshop bertajuk Pendalaman Kebijakan Industri di Yogyakarta, Kamis (30/8).

Ditanya sekitar pengadaan garam, khususnya garam industri yang masih sepenuhnya impor, Khayam mengatakan dalam waktu tidak lama lagi, Indonesia akan melepas ketergantungannya terhadap garam industri impor menyusul akan dibangun lahan garam di belahan Indonesia bagian timur.

Sementara itu dikabarkan, Sekretaris Deputi (Sesdep) Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Tito Setiawan menyebut provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempunyai potensi besar untuk memaksimalkan lahan garam guna mendukung Swasembada Garam tahun 2020.

“Kami mendorong ekstensifikasi lahan garam untuk menuju Swasembada Garam Tahun 2012. Untuk NTT ini sendiri kami dari Kemenko Maritim melihat ada potensi penghasil garam, sehingga mari kita maksimalkan pengelolaan garam di sini,” kata Sesdep Tito.

Karenanya, Tito mengajak beberapa instansi terkait baik pemerintah pusat, kabupaten, provinsi serta perusahan-perusahaan, membahas apa saja kendala yang nantinya akan dilaporkan ke Menko Maritim untuk segera ditindaklanjuti.

“Seperti beberapa perusahaan mulai bergerak, tetapi lahan tidak signifikan. Oleh karena itu, kami ke sini ingin mengetahui gambaran apa saja yang telah diselesaikan. Misal, dari pengembang, baik berupa izin dan permasalahan lainnya, sehingga dapat segera diselesaikan dan segera dilaporkan ke Pak Menko Maritim untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar