Industri Mamin Andalan Dalam Kelompok Manufaktur Nasional

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian fokus memacu industri makanan dan minuman nasional agar lebih berdaya saing global di era digital.

“Guna menciptakan produk industri yang kompetitif dan inovatif, sehingga bisa diminati sampai pasar ekspor, diperlukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Ini menjadi salah satu tugas layanan kami di balai-balai yang berada di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI),” kata Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (5/7).

Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu andalan dalam kelompok sektor manufaktur nasional. Pada triwulan I tahun 2019, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,77 persen atau mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,07 persen.

Industri makanan dan minuman juga berperan penting sebagai penyumbang devisa yang cukup signfikan. Kontribusi ini terlihat dari investasi industri makanan dan minuman sebesar Rp12,77 triliun di triwulan I-2019. Selain itu, memberikan sumbangsih terhadap nilai ekspor hingga USD8,25 miliar atau berkontribusi 20,95% pada total ekspor industri pengolahan di periode Januari-April 2019.

Menurut Ngakan, dalam upaya mendongkrak daya saing industri makanan di dalam negeri, pihaknya sedang merancang showcase dalam bentuk suatu lini percontohan dalam penerapan industri 4.0 untuk pembuatan tepung mocaf dan pengolahan produk kakao.

“Melalui showcase 4.0, diharapkan pemahaman pelaku industri terhadap Revolusi Industri 4.0 semakin cepat dan meluas” tuturnya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar