Industry 4.0 Tingkatkan Produktivitas

INDUSTRI 4.0 – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi oleh Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Harjanto bersama Senior Partner, USA/Indonesia (Growth strategy, Government and SOE transformation, 20+ years) A.T. Kearney Team Mr. John Kurtz dan Partner, Indonesia (Leadership Change and Organization, Government and public sector, SOE transformation, 18+ years) A.T. Kearney Team Shirley Santoso menjadi pembicara pada Workshop ”Industrial Revolution 4.0 – Key Lessons Learnt” di Kementerian Perindustrian, Jakarta 2 Mei 2017.-tubasmedia.com/ist

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, implementasi Industry 4.0 mampu meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri nasional.

Namun, peluang yang ditimbulkan tersebut perlu membutuhkan keselarasan dengan perkembangan teknologi dan seperangkat keterampilan baru.

“Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transfomasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri, di mana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama,” kata Menperin di Jakarta, Selasa (2/5).

Menurut Airlangga, Industry 4.0 tidak bisa dihindari karena sudah berjalan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholders agar siap menghadapi dan memanfaatkan peluang tersebut. “Kami juga sedang mempelajari dari negara-negara lain yang telah menerapkan, sehingga bisa kita kembangkan Industry 4.0 dengan kebijakan berbasis kepentingan industri dalam negeri,” ujarnya.

Beberapa negara yang memiliki program-program untuk mendukung industrinya menuju Industry 4.0, antara lain Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand bahkan Vietnam.

“Kebijakan untuk menyiapkan Industry 4.0, menjadi agenda utama pembahasan di World Economic Forum di Davos dan Global Manufacturing and Industrialisation Summit 2017 di Abu Dhabi,” tuturnya.

Airlangga juga menyebutkan, sejumlah sektor industri nasional telah siap memasuki era Industry 4.0, di antaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman.

“Misalnya industri otomotif, dalam proses produksinya, mereka sudah menggunakan sistem robotic dan infrastruktur internet of things,” ungkapnya.

Kemudian, di industri makanan dan minuman, teknologi Industry 4.0 diterapkan pada pemilihan bahan baku, tetapi untuk proses pengemasannya tetap menggunakan tenaga manusia.

“Jadi kombinasi tersebut masih labour intensive, tidak mendelegasikan,” tegasnya.

Sedangkan, untuk mewujudkan pelaksanaan Industry 4.0 di sektor industri kecil dan menengah (IKM), Kementerian Perindustrian telah meluncurkan program e-Smart IKM.

“Program ini khusus untuk sektor consumer based yang memanfaatkan platform digital dan dikerjasamakan dengan marketplace yang ada di Indonesia,” jelas Airlangga.(roris)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar