Investor China Melirik Perkebunan Karet di Riau

karet-5

PEKANBARU, (tubasmedia.com) –  Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau menyatakan PT Hebei Hanjing Investment dari China sedang melirik investasi 27 ribu hektare perkebunan karet di Kabupaten Kuansing, Riau.

“PT Hebei Hanjing Investment merupakan perusahaan dari China, mereka tertarik untuk berinvestasi di Kuansing ada 27 ribu hektare pohon karet tua siap replanting,” kata Kepala BPMPD Riau Ismaili Fauzi di Pekanbaru, kemarin.

Ia menjelaskan, kedatangan pihak perusahaan tersebut sudah 10 hari di Riau dan tertarik di bidang karet tua untuk dijadikan palet. Selain Kabupaten Kuansing mereka juga meninjau beberapa lokasi yakni Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan untuk melihat kawasan industri di wilayah tersebut.

“Komisaris dari perusahaan tersebut sangat serius dan kita fasilitasi mereka selama sepuluh hari ini, kita siapkan mobil dan kita dampingi mereka meninjau beberapa lokasi,” katanya.

Fauzi mengatakan, awal ketertarikan perusahaan tersebut untuk berinvestasi karena saat pihaknya berkunjung ke Kota Nanning, di Negara China dalam rangka promosi provinsi setempat.

“Saya presentasi menjual keunggulan dan peluang investasi di daerah kita pada 2015 dan sekarang mereka baru datang,” ujarnya lagi.

Ia menekankan bahwa promosi di dunia internasional sangat penting untuk menggaet investor yang hadir. “Kalau kita ingin mereka kenal dan tahu tentang kita, kita tentu harus bicara tentang Riau,” katanya.

Dicontohkannya, investasi yang masuk di Provinsi Jawa Timur sangat besar sampai Rp 185 triliun karena mereka mengalokasikan anggaran promosi sebesar Rp 11 miliar.

“Biaya untuk promosi yang mereka keluarkan besar, Kepala BPMPD juga berputar menggaet investor di dunia internasional,” ujarnya lagi.

Perusahaan skala besar tersebut, kata dia, juga tertarik untuk berinvestasi pada smelter timah. ”Saya hubungi Sekretaris Daerah supaya dapat sampel timah yang di Meranti, kadar timahnya 99,4 persen terbaik di Indonesia,” jelas Fauzi.

Dikatakannya, PT Hebei Hanjing Investment selain di daerah setempat juga telah berinvestasi di Provinsi Sulawesi pada sektor perindustrian baja mencapai US$ 15 juta. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar