Investor Masih Ragu Bangun Galangan Kapal

Laporan : Sabar Hutasoit

Soerjono

Soerjono

JAKARTA, (Tubas) – Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Soerjono mengatakan investor masih ragu untuk membangun galangan kapal dengan alasan jumlah kapal yang akan diservis tidak akan memberi dampak posiitif terhadap pertumbuhan bisnis.

Hal itu dikatakan Soerjono kepada wartawan di ruang kerjanya pekan silam mengomentari minimnya jumlah galangan kapal di dalam negeri. “Mereka salah prediksi, padahal kalau di dalam negeri sudah tersedia cukup banyak galangan kapal dengan ukuran tertentu, Pertamina tidak akan keluar dari Indonesia untuk menyervis kapalnya,” kata Soejono.

Karena itu kata Soerjono, para investor tidak usah ragu tentang market karena market itu otomatis ada. Jangan-jangan nanti lanjutnya, jika Indonesia sudah punya galangan kapal yang memadai, kapal-kapal milik asing juga akan naik dok di Indonesia.

Soerjono menambahkan bahwa usia alat angkat yang dimiliki sejumlah galangan kapal di Indonesia, sudah tua sehingga tidak layak lagi untuk dioperasikan. Kapasitas angkatnya pun sudah rendah sehingga harus diganti. Padahal lanjutnya, alat angkat adalah merupakan jiwa sebuah galangan kapal.

Alat angkat tersebut sudah sangat mendesak untuk direvitalisasi agar daya angkatnya maksimal dan keberadaan galangan kapal Indonesia sudah tidak diragukan lagi. “Program revitalisasi di bidang industri galangan kapal rasanya perlu segera ada,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah sangat sering meminta PT Pertamina (Persero) menggandeng galangan kapal nasional untuk menyediakan layanan perbaikan dan perawatan kapal-kapal baru dari Cina. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar