Kawasan Industri Tanah Kuning Diusulkan Masuk Proyek Strategis Nasional

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian telah mengusulkan kawasan industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) pada revisi Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Kawasan yang memiliki luas sekitar 10 ribu hektare ini berpotensi menjadi pengembangan industri pengolahan mineral, kelapa sawit, kakao, dan perikanan.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Tanah Kuning, Kaltara. Apalagi, Kaltara termasuk ke dalam wilayah pengembangan industri di dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Kaltara Investment Forum 2017 di Jakarta, Rabu (8/3).

Menurut Menperin, lokasi Kaltara cukup strategis karena terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional serta berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan atau pacific rim dan langsung berhadapan dengan negara tetangga.

“Provinsi ini berada di jantungnya pasifik ke arah kanan, di mana 70 persen market ke arah situ baik yang ke Asia utara maupun ke Amerika, jadi lebih dekat. Artinya satu jalur pasifik,” jelasnya.

Selanjutnya, pengembangan kawasan industri Tanah Kuning yang ditargetkan menyerap tenaga kerja sebanyak 60 ribu orang, akan didukung dengan pembangunan infrastruktur memadai seperti pelabuhan internasional, jalan, jembatan, dan bandara.

Selain itu, adanya rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 6600 mega watt di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan dengan nilai investasi sekitar Rp170 triliun.

“PLTA tersebut akan selesai dibangun pada tahun 2020, direncanakan menjadi yang terbesar di Indonesia dan bisa memenuhi suplai listrik untuk seluruh pulau Kalimantan,” ungkap Airlangga. Pembangunan PLTA ini dijalankan oleh PT Kayan Hydro Energi dengan melibatkan investor asing.

Menperin juga mengungkapkan, kawasan industri Tanah Kuning yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur, tepatnya pada zona industri dan pusat kota Kabupaten Bulungan memiliki beragam potensi sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya energi terbarukan.

Misalnya, untuk mineral dan energi, antara lain batu gamping (654 ribu ton di Malinau), pasir kuarsa (1 miliar ton di Nunukan), Sirtu (2,5 juta ton di Nunukan), batu bara (970 juta m3/tahun), dan emas. Sedangkan, untuk potensi perkebunan, meliputi kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, kapas, tembakau, jagung dan padi. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar