Kemenperin Dorong IKM Tekstil Manfaatkan Gambir Jadi Pewarna Alami

290216 padang

PADANG, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian mendorong industri kecil dan menengah (IKM) tekstil dapat memanfaatkan buah gambir sebagai pewarna alami pada batik dan tenun. Dari hasil pengujian, pewarna alami gambir menujukkan corak khas warna yang menarik dan tahan luntur.

“Pewarnaan alami gambir secara teknologi, ekonomi, sosial, dan lingkungan sangat layak diterapkan dalam skala komersial pada IKM tekstil,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar pada acara Desiminasi Hasil Litbang Tahun 2016 di Balai Riset Standardisasi (Baristand) Industri Padang, Kamis (25/2).

Pada kesempatan tersebut, Haris didampingi Kepala Baristand Industri Padang Prima Yudha Hayati melakukan secara simbolis Peluncuran Pemakaian Baju Seragam dengan Pewarnaan Alami Gambir kepada perwakilan pegawai Baristand Industri Padang. Pewarnaan alami gambir pada batik dan tenun merupakan salah satu riset yang ditemukan Baristand Industri Padang.

Menurut Haris, keunggulan kain yang dihasilkan dengan pewarna alam gambir bila dibandingkan dengan pewarna sintetis adalah warnanya yang khas, unik, dan punya daya tarik tersendiri sehingga memberi kesan eksklusif bagi yang memakainya. Selanjutnya, kualitas bahan yang dihasilkan juga cukup baik yang dapat dilihat dari uji ketahanan luntur warnanya.

“Pemanfaatan gambir sebagai pewarna alam pada batik dan tenun merupakan prospek yang bagus untuk dikembangkan. Warna yang dihasilkan ke arah kecokelatan dengan ketuaan warna yang berbeda-beda tergantung jenis mordan atau pengikat warna yang digunakan,” paparnya.

Di samping itu, Haris menekankan, pemanfaatan gambir sebagai pewarna alam untuk produk tekstil merupakan salah satu alternatif untuk substitusi bahan pewarna sintetis yang selama ini masih impor. “Pemanfaatan itu juga mampu meningkatkan nilai tambah buah gambir itu sendiri dan kesejahteraan petaninya,” ungkapnya.

Haris memastikan, zat warna alam gambir lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat warna sintetis. Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan batik dengan gambir adalah bahan-bahan alam yang biodegradable sehingga pengelolaan limbah yang dihasilkan lebih mudah dibandingkan dengan pengelolaan zat warna sintetis yang umumnya terbuat dari bahan-bahan kimia berbahaya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar