Kemenperin Gencarkan Program e-Smart IKM di Kota Makassar

MAKASSAR, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM yang bekerjasama dengan marketplace BLANJA.com di Kota Makassar.

Kali ini sebanyak 40 pelaku IKM dari komoditas pangan yang berasal dari Kota Makassar mengikutii workshop yang berlangsung dari tanggal 17-18 Oktober 2017 di LA’RIZ Wthree Hotel, Kota Makassar.

E-Smart IKM merupakan Sistem Basis Data IKM yang tersaji dalam profil industri, sentra dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang sudah ada.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 20,30 persen terhadap PDRB Kota Makassar.

‘’Dengan mendorong peningkatan kinerja sektor industri kecil dan menengah melalui Workshop e-Smart ini, diharapkan perekonomian kota Makassar akan meningkat, yang pada akhirnya akan membantu penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” tutur Dirjen IKM Gati Wibawaningsih saat pembukaan Workshop e-Smart IKM, Selasa (17/10).

Gati mengatakan dengan mendorong para pelaku IKM, terutama di sentra-sentra untuk masuk ke dalam marketplace, maka diharapkan pelaku IKM berkesempatan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas sehingga diharapkan akan memudahkan pelaku IKM untuk mengembangkan usahanya.

Pada workshop yang diselenggarakan selama dua hari ini, para peserta mendapat bimbingan dari tenaga ahli dari marketplace BLANJA.com mengenai fotografi produk dan langkah-langkah melakukan transaksi penjualan secara digital.

Selain itu, peserta juga akan dibekali pengetahuan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya. Materi tersebut berupa informasi mengenai kredit usaha rakyat, restrukturisasi mesin dan peralatan, standarisasi produk, serta pengetahuan-pengetahuan mengenai pengembangan produk dan strategi penetapan harga.

BLANJA.com ikut mendukung program Ditjen IKM dalam mengembangkan penjualan para pelaku IKM Indonesia yang selama ini masih memiliki keterbatasan infrastruktur dalam memasarkan produk-produknya dalam skala nasional, maupun internasional. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar