Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin

SEPATU KULIT  – Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah memperhatikan produk sepatu kulit ketika meninjau salah satu industri di Sentra IKM Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Juni 2017.-tubasmedia.com/ist

SIDOARJO, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dalam rangka pelaksanaan Program Revitalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kecamatan Tanggulangin.

Sasaran dari program revitalisasi tersebut, antara lain untuk memacu produktivitas dan daya saing dari para perajin yang mayoritas memproduksi barang jadi kulit.

“Dengan dilakukannya revitalisasi ini, diharapkan juga dapat memberikan daya tarik bagi para wisatawan yang mengunjungi sehingga meningkatkan kenyamanan dan perekonomian di sentra IKM Tanggulangin,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (20/6).

Gati menjelaskan, langkah strategis ini diyakini akan mampu mengembalikan kejayaan Sentra IKM Tanggulangin pasca bencana lumpur yang melanda wilayah tersebut, sehingga membawa manfaat bagi kesejahteraan para perajin IKM di Tanggulangin dan semakin mengukuhkan predikat Sidoarjo sebagai Kota UKM.

“Untuk itu, dalam implementasinya, program revitalisasi ini sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait,” ujarnya.

Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin ini meliputi sektor industri tas, koper dan keunggulan produk lokal lainnya melalui strategi transformasi fisik, ekonomi dan kultural. Upaya ini agar menjadikan sentra IKM Tanggulangin sebagai Kawasan Wisata Terpadu yang memiliki konsep 3 in 1, yaitu wisata belanja, wisata budaya dan kuliner, serta wisata edukasi industri.

“Revitalisasi fisik dilakukan melalui pengembangan sembilan identitas lokal, di antaranya pintu gerbang utama, area pejalan kaki, desain kursi taman, tugu tas, storyboard dan mural wisata edukasi, taman budaya dan kuliner, workshop wisata edukasi industri, serta moda transport kawasan wisata,” paparnya.

Selain itu, dijalankan pula revitalisasi kelembagaan, di antaranya promosi Kawasan Wisata Terpadu Tanggulangin, community branding, promosi produk, mendorong perajin melakukan pemasaran online melalui e-Smart IKM, mendorong tumbuhnya kuliner lokal, peningkatan kapasitas produksi, pemetaan IKM Tanggulangin, menampilkan atraksi seni dan budaya lokal Jawa Timur, serta mempromosikan busana lokal melalui seragam pramuniaga.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar