Kendaraan Bermotor Penyumbang Terbesar Emisi Gas Rumah Kaca

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin), berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen hingga tahun 2030 melalui upaya mandiri. Dan salah satu kontribusi terbesar penurunan GRK adalah kendaraan bermotor di jalan raya yang menyumbang 26 persen dari total emisi dari sektor energi.

“Kami menilai stakeholder lain perlu dilibatkan sampai 2030. Untuk itu kami ingin menjalin komunikasi intensif di Kementerian Perhubungan. Penurunan GRK akan efektif apabila dapat mendapat kontribusi dari kendaraan di jalan raya. Atau kami menilai, perlunya mengembangkan sistem tranaportasi dengan Kementerian PU yang memikirkan pengembangan transportasi massal,’’ kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), I Gusti Putu Suryawirawan dalam acara FGD di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis.

Untuk itu, Putu mengatakan perlu adanya upaya mengkombinasikan strategi dengan teknologi. Selain itu, perlu adanya diversifikasi bahan bakar, diversifikasi transportasi misalnya penggalakan transportasi massal, hingga kebijakan pemerintah daerah khususnya di kawasan padat.

“Misalnya di DKI Jakarta perlu ada peraturan mengenai usia kendaraan yang laik jalan. Sementara di Kalimantan Utara mungkin tidak masalah bila usia kendaraan 40 tahun. Namun di Jakarta bisa jadi masalah,” kata Putu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapus Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin menyebut bahwa pemerintah juga perlu menyiapkan strategi manajemen mobilitas bagaimana perpindahan orang dan barang dapat seefisien mungkin.

“Perlu dialog bersama antar pengambil keputusan seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kemenperin, Departemen Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pertamina, PGN dan industri otomotif agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” katanya.

Presiden Institut Otomotif Infonesia (IOI), I Made Dana Tangkas mengatakan sejak 2016, pihaknya bersama Kemenperin telah melakukan inisiasi untuk melakukan kajian pngembangan peta jalan industri alat transportasi darat, khususnya otomotif.

Katanya, beberepa scenario yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk menurunkan emisi GRK sesuai dengan target. Diantaranya pengembangan bahan bakar alternative, prmosi kendaraan hemat energy dan beberapa opsi lain.

Untuk memudahkan identifikasi sumber GRK perlu dilakukan klasifikasi kendaraan yang data dilakukan seperti berdasrkan usia dan jenisnya.

‘’Dari klasifikasi itu kemudian dapat dikaji dan ditemukan kontribusi masing-masing klasifikasi terhadap emisi GRK,’’ katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar