Ketua LHP Sunat Tunjangan Anggota

KRUI, (tubsmedia,com) – Ketua Lembaga Himpunan Pemekonan (LHP) Pekon Penengahan Kecamatan Karya Penggawa diduga melakukan pemotongan insentif/tunjangan untuk anggota LHP di Pekon setempat.

Tunjangan anggota LHP yang dibayarkan selama enam bulan sekali, seharusnya diterima penuh oleh anggota LHP, tapi ternyata tunjangan yang diterima tidak sesuai dengan besaran semestinya.

Salah seorang anggota LHP yang namanya enggan disebutkan mengatakan dalam satu bulan tunjangan yang pihaknya teriam sebesar Rp40.000., yang artinya dalam enam bulan tunjangan yang diterima seharunya  Rp2.400.000..

“ Namun jumlah dana yang saya terma tidak sebesar itu, hanya Ro2.000.000., sedangkan sisanya di potong oleh ketua LHP dengan alasan akan digunakan sebagai uang kas LHP,” kata dia.

Lanjutnya, dalam pemotongan tunjangan tersebut, pihaknya tidak pernah diberitahu sebelumnya, dan langsung dilakukan pemotongan, hal itulah yang menjadi pertanyaan pihaknya mengapa dana tunjangan tersbeut dipotong.

Sementara itu, untuk tunjangan anggota LHP lainnya, pihaknya tidak mengetahui secara jelas, karena dalam pencairannya tunjangan tersebut diserahkan oleh ketua LHP secara terpisah.

“ Untuk anggota LHP lainnya saya tidak tahu apakah disunat juga atau tidak dana tunjangan tersebut, karena penyalurannya dilakukan secara terpisah sehingga saya tidak tahu untuk yang lainnya,” terangnya.

Sementara itu,s aat dikonfirmasi terkait pemotongan tunjangan anggota LHP itu, Ketua LHP Pekon Penengahan Darul Abdi menyangkal bahwa dirinya melakukan pemotongan tunajngan aparat LHP tersebut.

“ Saya tidak pernah melakukan pemotongan tunjangan itu, itu hanya isu yang dibuat-buat saja, dana tunjangan yang saya bagikan sesuai dengan apa yang harus diterima oleh anggota,saya berharap berita ini tidak perlu dipublikasikan,”Ujarnya melalui telepon genggamnya Senin 13/11.

Terpisah Camat Karyapenggawa Ermen Patria, S. P., mengatakan mengatakan pihaknya telah memanggil ketua LHP pekon setempat untuk mengkalrifikasi isu yang berkembang ditengah masyarakat.

“ Saya sudah panggil ketua LHP pekon penengahan untuk klarfikasi permaslahan itu, dirinya (Ketua LHP) mengaku melakukan pemotongan tunjangan tersebut, menurutnya, tunjangan tersbeut dipotong bagi anggota yang tidak aktif,” kata dia.

Lanjutnya, Pemotongan tersbeut adalah sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan ditingkat jajaran LHP, bagi anggota yang tidak aktif maka tunjangannya akan dipotong dan akan diserahkan ke anggota yang aktif.

“ Tapi kesepakatan tersebut saya batalkan, dan saya sudah memninta kepada ketua LHP agar mengembalikan dana tunjangan yang dipotong tersebut,” ujarnya. (agustiawan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar