Kongres Demokrat Gunakan Dana Korupsi e-KTP

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Muhammad Nazaruddin blak-blakan merinci aliran uang terkait korupsi proyek e-KTP ke sejumlah pihak di DPR. Dia juga menuturkan, Anas Urbaningrum mendapat kucuran uang Rp 20 miliar untuk biaya kongres pencalonan dirinya maju sebagai ketua umum Demokrat.

“Yang dapat Mas Anas waktu itu mau maju jadi ketua umum ada komitmen yang disepakati antara Mas Anas dengan Andi hampir Rp 500 M. Sekian cuma penyerahannya ada yang pakai dollar dan dikasihnya by progress mas Anas lagi butuh dana Rp 20 miliar,” ujar Nazar memberikan kesaksiannya, Senin (3/4).

Lebih lanjut, Nazar mengatakan pemberian uang Rp 20 miliar diterima Anas sebanyak tiga tahapan, namun dia mengaku lupa atas rincian tersebut. Uang tersebut diketahuinya lantaran dititipkan Anas ke bendahara untuk biaya akomodasi DPC Demokrat di Hotel Sultan guna memenangkan Anas.

Saat itu, lanjut Nazar, sekitar 700 kamar di Hotel Sultan disewa dan setiap anggota DPC yang hadir saat itu diberi jatah sekitar Rp 15 sampai Rp 20 juta.

“Dibagiin ke kongres. Kan di Kongres abis Rp 200 miliar dipersiapkan waktu itu dia maju jadi ketua umum saya serahkan salah satu staf saya untuk bayar hotel dan lain-lain,” jelasnya.

“Sebelum kongres, 530 DPC kita kumpulkan kita booking 700 kamar di Hotel Sultan, kita buat acara dulu 1 DPC kita kasih Rp 15 juta sampai Rp 20 juta,” imbuhnya.

“Jadi Rp 20 miliar untuk pembayaran untuk itu?” tanya Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-Butar meminta penegasan. “Iya salah satunya,” jawab Nazar. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar