Laut Indonesia Berfungsi Sebagai Tong Sampah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Diperkirakan tahun 2050 mendatang, di perairan Indonesia, akan lebih banyak ditemukan botol-botol kosong dan plastik ketimbang ikan. Penyebabnya, karena laut Indonesia sudah sejak lama dijadikan sebagai tong sampah.

Hal itudikatakan Deputy Dua Kemenko Maritim, Agung Kuswandono menjawab wartawan usai tampil sebagai nara sumber pada ‘’Workshop Pengembangan dan Tantangan Industri Plastik Degradable’’ yang dimoderatori Direktur Industri Kimia Hilir, Teddy Caster Sianturi di Jakarta, Rabu (3 Mei 2017).

‘’Yah benar. Di perairan Indonesia, kita akan temukan botol kosong dan plastik yang jumlahnya lebih banyak ketimbang ikan,’’ tegasnya.

Sebelumnya dikatakan, bahwa laut Indonesia, sudah bukan rahasia umum lagi kalau selama ini berfungsi sebagai tempat buang sampah. Buktinya, tidak ada satupun kapal laut, baik yang berbendera Indonesia maupun yang berbendera asing yang melintasi perairan Indonesia yang buang sampah di dermaga, setelah kapal itu lego jangkar.

‘’Kalau demikian, lalu sampah kapal itu dibuang dimana ? Pasti di laut kita kan,’’ jelasnya.

Sayangnya kata Agung selama ini dan hingga sekarang tidak ada sanksi yang dikenakan kepada kapal-kapal yang buang sampah ke laut Indonesia.

Bahkan tidak ada dan tidak jelas siapa yang bertanggungjawab mengawasinya. Regulasi untuk mengamankan laut dari sampah-pun belum ada. ‘’Harus dibuat regulasinya,’’ tegasnya.

Selain itu tambahnya, seluruh kementerian dan lembaga harus memiliki komitmen yang tinggi tentang pengawasan perairan Indonesia dari pembuangan sampah. ‘’Tanpa ada komitemn yang tinggi, masalah sampah plastik dan botol kosong di laut dan perairan Indonesia, akan menjadi besar dan akan semakin sulit dipecahkan,’’ tambahnya.

Sebelumnya Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA), Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan yang fokusnya tentang pengelolaan sampah serta edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat sejak dini.

Menurutnya, tidak cukup hanya punishment seperti plastik berbayar dan cukai plastik yang justeru akan menambah beban dunia usaha karena memiliki implikasi multiplier effect terhadap sektor lain. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar