Laut Indonesia, Terbesar Kedua yang Tercemar Sampah Plastik

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah khususnya plastik ke laut. Pasalnya, hal tersebut akan membuat rusak ekosistem laut dan tentunya akan berdampak pada generasi mendatang.

Luhut mengatakan, saat ini laut Indonesia masuk daftar terbesar kedua yang mengalami pencemaran sampah plastik di laut. Indonesia hanya kalah dari China yang berada di peringkat pertama dengan pencemaran sampah plastik terbanyak di laut.

‎”Indonesia merupakan negara kedua yang lautnya tercemar plastik, di seluruh laut kita. Saya imbau program pemerintah, rakyat jangan buang plastik lagi ke laut,” ujarnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Menurut Luhu‎t, jika tidak ditanggulangi, sampah plastik yang tersebar di laut akan merusak ekosistem. Pasalnya, ikan-ikan akan memakan mikro plastik di laut. Bahayanya, ikan yang memakan mikro plastik tersebut akan dikonsumsi masyarakat. Tentunya itu akan berefek jangka panjang bagi kesehatan generasi masa depan.

“Nanti plastik akan menjadi plankton dan dimakan ikan terjadi kontaminasi, terjadi keracunan pada ikan itu, kalau dimakan ibu-ibu bisa memengaruhi keturunan atau genetik. Kita tidak ingin generasi akan datang mengalami kerusakan genetik,” kata Luhut.

Di Belanda

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim, menyatakan laut Indonesia amat luas dan sangat terbuka. Akibatnya, sulit mengontrolnya sehingga negara-negara tetangga banyak yang membuang sampah ke laut nasional.

Laut dan seluruh perairan Indonesia, katanya teramat bebas untuk dijadikan seluruh pihak menjadi tempat pembuangan sampah, khususnya kapal-kapal yang melintas dari perairan Indonesia.

‘’Karena tidak pernah ditegur dan dikenakan sanksi, maka seluruh kapal, baik berbendera asing maupun nasional seenaknya saja membuang sampahnya ke lautan kita,’’ katanya.

Beda menurut Christine di luar negeri. Dia bercerita di Belanda, selembar plastik-pun dibuang ke laut oleh penumpang kapal, sanksinya sangat berat sehingga mau tidak mau mereka ikut menjaga kebersihan laut. Di kita endak seperti itu,’’ katanya.

“Karena itu kita saat ini tengah merancang dan membangun kapal untuk mengangkut sampah,” katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar