Mahasiswa USB Didorong Jalankan Wirausaha Berbasis Keilmuan

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Salah satu upaya Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi adalah melalui berbagai program kewirausahaan.

Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI) yang dimunculkan Kemenristekdikti terdiri dari 4 program utama yakni Stadium General Kewirausahaan, Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT), Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dan Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (EXPO KMI).

Hal tersebut diungkapkan Kabag Kewirausahaan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Setia Budi, M. Khasan, SPsi, MSi, saat membuka Workshop Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), Kamis (18/5), di kampus Universitas Setia Budi (USB) Surakarta.

Workshop KBMI ini diikuti 100-an mahasiswa USB dari berbagai program studi. Hadir sebagai pembicara Wakil Rektor III USB, Narimo, ST, MM. Melalui workshop ini mahasiswa USB didorong untuk berani berkompetisi, bahkan dengan PTN sekalipun.

Pasalnya, di tahun sebelumnya, USB berhasil lolos mengikuti Expo KMI yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang, yang diikuti oleh 100 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

Diungkapkan bahwa latar belakang kegiatan ini adalah angka pengangguran yang cukup tinggi, serta sebagai upaya peningkatan daya saing lewat SDM sekaligus peningkatan softskill inovasi, kreatif dan kewirausahaaan. Selain itu mahasiswa juga didorong untuk mengubah tantangan menjadi peluang bernilai ekonomis, dan saat lulus mahasiswa mampu menjadi job creator, bukan sekedar jobseeker.

Wakil Rektor III USB, Narimo, ST, MM menambahkan bahwa tujuan dari KBMI ini adalah untuk menumbuhkan karakter bisnis, membangung ketrampilan wirausaha, dan menumbuhkembangkan wirausaha baru.

“Maka dari itu mahasiswa dibekali dengan kemampuan wirausaha oleh pemerintah melalui Kemenristekdikti, agar setelah lulus bisa menjadi wirausaha, tapi bukan sekedar wirausaha biasa, melainkan wirausaha berbasis keilmuan melalui kompetensi yang mereka dapatkan dari bangku kuliah,” ungkapnya. (tk)

Berita Terkait

Komentar

Komentar