Mama Cake : Membentangkan Nilai Persahabatan

Laporan: Redaksi

Mama Cake

Mama Cake

BERSAHABAT erat dengan kebersamaan. Dalam kegiatan tertentu, orang lain yang telah kita jadikan sahabat, kerap diikutsertakan dalam penyelesaian suatu masalah, rencana, atau kegiatan kita. Bersahabat, dalam arti sesungguhnya, tak hanya terlibat pada hal-hal tertentu yang menguntungkan. Ketika berhadapan dengan suatu pengalaman malang pun, persahabatan tetap terjalin, meski porsi keterlibatan seorang sahabat saat terjadi pengalaman ini perlu ambang batas. Setidaknya, itulah yang terekam dalam film Mama Cake produksi Falcon Pictures.

Dikisahkan dalam film yang dirilis pada 13 Sepember 2012, Raka, Willy, dan Rio adalah tiga sahabat kental cukup lama. Mereka ke Bandung hanya untuk membeli brownies kukus Mama Cake pesanan ayah Raka. Ayah mengharuskan Raka karena amanah dari nenek Raka yang sakit parah dan ingin brownies kukus Mama Cake itu.

Di tengah perjalanan, Raka yang menyetir mobil tak sengaja menabrak pria gondrong yang menyeberang jalan. Ternyata sosok yang ditabrak itu punya kelebihan. Ia tak luka atau cedera. Ia baik hati dan suka mengingatkan. Kemudian mereka mengalami musibah. Mobil hilang saat Raka dan Willy mencari ponsel yang jatuh. Mereka akhirnya dikuasai amarah dan berpencar.

Dalam petualangan mereka selama berpisah, Raka bolak-balik membeli brownies kukus Mama Cake, karena setelah beli pasti ada musibah. Rio menemukan pembelajaran dari sosok misterius itu serta Willy terus saja berpetualang mencari cewek. Mereka menemui hal yang menyadarkan pribadi mereka.

Sayang, brownies Mama Cake tak sempat dicicipi nenek Raka, karena keburu meninggal. Raka baru sadar bahwa pesan neneknya bukan sekadar ingin makanan itu, namun ingin agar ayah Raka bersatu kembali dengan Ibu Raka yang sudah lama bercerai. Siapakah pemilik usaha Toko Kue Mama Cake itu? (stevie)

Berita Terkait

Komentar

Komentar