Melodramatik SBY Ketinggalan Zaman

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan, Komaruddin Watubun menyebut tudingan Ketua Umum Partai Demokrat, SBY soal ketidaknetralan oknum lembaga negara dalam pemilihan kepala daerah dinilai terlalu berlebihan.

“Era politik melodramatik SBY itu sudah berakhir dan ketinggalan zaman. Rakyat sudah tahu ‘politik agar dikasihani’ model SBY tersebut,” kata Komaruddin keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (24/6/2018).

SBY sebelumnya menyebut Badan Intelijen Negara (BIN), TNI dan Polri tidak netral dalam menghadapi pesta demokrasi. Ia menilai SBY sedang berlaku seolah-olah menjadi korban atau playing victim.

Komaruddin balik mempertanyakan pernyataan SBY itu. Dia menyoal kasus yang menjerat mantan Ketua KPK Antasari Azhar saat tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan alat IT di Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pemilu anggota legislatif 2009.

Komaruddin juga menyebut SBY ada dugaan memberikan iming-iming jabatan pengurus teras partai kepada komisioner KPU, Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati.

“Lebih pada persoalan bagaimana AHY dan Ibas yang diklaimnya sebagai keturunan Majapahit. Lalu begitu jago yang diusung di pilkada elektabilitas rendah, tiba-tiba salahkan penggunaan alat-alat negara,” ujarnya. (red)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar