Mengapa Fungsi Pencegahan KPK Lemah ?

041214-NASIONAL-3
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Komisi III DPR kembali melakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK, Kamis (4/12) Roby Ary Brata.

Sebelumnya Rabu (3/12) Komisi III DPR menguji Busyro Muqoddas Kepada Komisi III DPR Robby berjanji bakal memperkuat fungsi pencegahan KPK.

“Bila saya terpilih akan saya bawa KPK yang lebih beradab, menghargai hak asasi manusia dan menghargai rule of law serta sukses dengan penguatan pencegahan, bukan penindakan,” kata Robby dalam fit and proper test di Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet itu menegaskan, selama ini lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu banyak melakukan penindakan dibanding pencegahan. Padahal menurutnya, pencegahan tak kalah penting dengan penindakan. Kata dia, menjalankan fungsi pencegahan lebih berat dibanding penindakan.

“Kalau penindakan kan mudah, tinggal kumpulkan barang bukti, tapi kalau pencegahan harus merubah sistemnya.Jadi memang ya itu (pencegahan) yang agak kurang berjalan dengan baik. Penindakan enggak akan mengurangi korupsi,” ujarnya.

Roby mengusulkan pimpinan KPK berasal dari kalangan muda di bawah usia 60 tahun. Alasannya, agar lebih energik atau bersemangat dalam bekerja.”Saya juga usul (pimpinan KPK dipilih) cukup satu kali. Tapi satu periodenya lima tahun. Saya kalau dipilih lagi oleh KPK, tidak mau mencalonkan kembali,” katanya. (nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar