Menikmati Sensasi Pijat Belerang Pancuran Pitu

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUMAS, (Tubas) – Pancuran Pitu (tujuh pancuran air) sebuah obyek wisata air panas di kawasan wisata Baturaden Kabupaten Banyumas Jateng. Obyek wisata itu berada 15 kilometer sebelah utara Kota Purwokerto. Untuk menuju sumber air panas di lereng selatan Gunung Slamet itu bisa melalui jalan darat yang sudah beraspal. Meski terdapat sejumlah tanjakan yang cukup tajam namun bisa dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun mobil.

Sepanjang perjalanan dari Baturaden, mata pengunjung sudah dimanjakan dengan panorama hutan di Wana Wisata dan Kebun Raya Baturraden. Sebelum sampai ke lokasi, dari tempat parkir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki melalui jalan menurun dengan ratusan trap anak tangga beton. Beruntung, begitu sampai di lokasi, belasan tukang pijat pria langsung menyambut kedatangan pengunjung.

Sambil bersantai, pengunjung bisa memanjakan diri menikmati sensasi pijat dengan lulur belerang Selain menghilangkan pegal-pegal di kaki sehabis berjalan, lulur belerang dipercaya berkasiat dalam perawatan kesehatan kulit. Pijat dilakukan di tempat terbuka tepat di depan tujuh mata air yang memancarkan air panas. Jika hari libur, bangku-bangku kayu berukuran kecil yang berjajar dipenuhi pengunjung yang sedang menikmati pijatan dengan belerang.

Di sisi bawah Pancuran Pitu terdapat lembah dengan tebing curam berwarna keemasan. Melalui tebing itulah air panas dari Pancuran Pitu mengalir dan membentuk puluhan air terjun kecil sebelum akhirnya masuk ke sungai di dasar lembah. Permukaan tebing di mana air panas mengalir selalu mengepulkan asap sehingga sebagian kawasan tersebut selalu tertutup kabut.

Melalui jalan setapak dengan pengaman kayu, pengunjung bisa menyusuri tebing. Di bagian tengah tebing, pengunjung tidak hanya menemukan pesona yang menakjubkan tetapi sekaligus bisa menikmati segarnya air terjun dengan suhu panas. Anak-anakpun bisa bertahan menghabiskan waktu cukup lama bermain air tanpa merasa kedinginan dengan suhu udara di kawasan tersebut 18-25 derajat celcius.

Pengunjung bisa meneruskan perjalanan sampai ke ujung atau bagian paling bawah tebing. Sebuah lembah dengan sungai berbatu yang merupakan batas dari keberadaan aliran air panas dan dingin. Dengan berdiri di atas bebatuan di antara air yang mengalir, pengunjung bisa mengagumi pesona tebing belerang yang menjulang tinggi keemasan. (joko suharyanto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar