Menperin Minta Investor Taiwan Kembangkan Industri Elektronika di Indonesia

Menteri Perindustrian RI Saleh Husin memberikan sambutan pada acara The 20th Joint Economic Cooperation Conference Between Indonesia and Taiwan. Pada kesempatan itu Menteri Perindustrian neraca perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, Indonesia masih menikmati surplus perdagangan. Serta pada tahun 2014, Investasi Taiwan di Indonesia mencapai USD 114,7 Juta menduduki posisi ke-8 dibandingkan perekonomian Asia lainnya dibawah Hong Kong dan Thailand, di Hotel Aryaduta Jakarta 15 Juni 2015

BERI SAMBUTAN – Menteri Perindustrian RI Saleh Husin memberikan sambutan pada acara The 20th Joint Economic Cooperation Conference Between Indonesia and Taiwan. Pada kesempatan itu Menteri Perindustrian neraca perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, Indonesia masih menikmati surplus perdagangan. Serta pada tahun 2014, Investasi Taiwan di Indonesia mencapai USD 114,7 Juta menduduki posisi ke-8 dibandingkan perekonomian Asia lainnya dibawah Hong Kong dan Thailand, di Hotel Aryaduta Jakarta 15 Juni 2015. (tubasmedia.com/istimewa)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Saleh Husin terus berupaya menarik investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia dan bermitra bisnis dengan pengusaha lokal. Khusus kepada investor Taiwan, Menperin meminta untuk mengembangkan industri elektronika di Indonesia.

“Dalam kunjungan terakhir saya ke Taipei, pada Maret lalu, bersama Kepala BKPM, kami telah memaparkan peluang-peluang bisnis di beberapa sektor industri di Indonesia, termasuk pengembangan industri elektronika,” kata Menperin pada acara 20th Joint Economic Cooperation Conference Between Indonesia And Taiwan di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Dikemukakan, dilihat dari neraca perdagangan kedua negara, Indonesia masih menikmati surplus perdagangan. “Kami masih membuka peluang yang sangat besar untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dan Taiwan dengan mengoptimalkan sumber daya industri yang dapat saling melengkapi,” tegas Menperin.

Pada 2014, investasi Taiwan di Indonesia mencapai USD 114,7 juta atau menduduki posisi ke-8 dibandingkan perekonomian Asia lainnya yang masih di bawah Hong Kong dan Thailand. “Jika dibandingkan nilai investasi Taiwan di negara-negara Asia Tenggara lainnya, nilai investasi Taiwan di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di sektor industri, dan masih didominasi oleh industri tekstil dibandingkan industri elektronik dan peralatan elektronik, di mana Taiwan salah satu investor terbesar di dunia pada sektor tersebut,” kata Menperin.

Menperin juga mendorong pengembangan industri dengan energi terbarukan yang ramah lingkungan atau yang sering disebut green industry. “Saya mengetahui bahwa banyak lembaga riset di Taiwan yang sangat aktif mengembangkan teknologi untuk hal tersebut. Oleh karena itu, saya juga mengharapkan adanya kerja sama antara Indonesia dan Taiwan di pengembangan industri tersebut baik oleh para pengusaha maupun lembaga riset,” katanya. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar