Menperin: Pameran Otomotif Perkuat Industri dan Investasi

KUNJUNGAN GAIKINDO - Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto disaksikan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2016. Menperin optimistis industri otomotif Indonesia semakin kuat menjadi basis produksi global berorientasi ekspor, selain didorong oleh tumbuhnya permintaan pasar domestik. (ist/tubasmedia.com)

KUNJUNGAN GAIKINDO – Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto disaksikan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2016. Menperin optimistis industri otomotif Indonesia semakin kuat menjadi basis produksi global berorientasi ekspor, selain didorong oleh tumbuhnya permintaan pasar domestik. (ist/tubasmedia.com)

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Pameran otomotif dinilai menjadi salah satu pendorong industri otomotif dan penguat aliran investasi sektor terkait. Alih-alih berkutat pada promosi produk, pabrikan pun diminta juga memaparkan kontribusi mereka pada pengembangan industri nasional.

Hal ini seiring dengan industri otomotif nasional yang terus berkembang. Pabrikan yang dulu hanya merakit kini sudah semakin banyak melakukan produksi mesin, komponen dan menggandeng perusahaan lokal.

Selain mengapresiasi penyelenggaraan pameran, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga mengingatkan agar pelaku industri peserta pameran, terutama pabrikan, turut memberikan edukasi tentang perkembangan industri otomotif nasional.

“Saya juga minta pabrikan mengedukasi pengunjung  pameran dan konsumen, tentu tidak dengan bahasa formal dan industri otomotif keseluruhan, sampaikan saja bagaimana sebagian ataupun keseluruhan mobil tipe A, B, C telah diproduksi di Indonesia. Memang perlu proses, kita mulai dari informasi lalu nanti berlanjut menjadi rasa bangga pada produk industri nasional,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat menerima pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Dalam jangka panjang, dia menekankan, sebenarnya hal ini juga membantu pabrikan mendapat kepercayaan konsumen karena industri otomotif sendiri juga tengah mendongkrak tingkat penggunaan komponen lokal dan investasi otomotif seiring dorongan pemerintah memperkuat struktur industri ini.

Ke depan, hal ini diharapkan menumbuhkan preferensi konsumen pada produk industri nasional. Apalagi, Indonesia terus menempel, mengejar, dan memenangi persaingan dengan industri otomotif negara lain di ASEAN, seperti Thailand.

Pengurus Gaikindo yang menemui Menperin ialah Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto, Ketua III Rizwan Alamsjah, Sekretaris Umum Kukuh Kumara, dan CEO Seven Events Andy Wismarsyah. Turut mendampingi, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan.

Menurut Jongkie, pihaknya melaporkan tentang persiapan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-24 tahun 2016. Pameran akan digelar di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, 11-21 Agustus 2016.

“Pameran ini menunjukkan makin kuatnya optimisme dan komitmen memperkuat industri otomotif. Sebagian besar peserta, hampir seluruhnya adalah perusahaan otomotif yang telah berinvestasi di industri kendaraan bermotor Indonesia,” kata Jongkie.

Gaikindo membidik lonjakan jumlah pengunjung dibanding pameran serupa tahun lalu sebanyak 11 persen, dari 451 ribu menjadi 500 ribu. Area pameran pun ditambah, jika tahun 2015 seluas 91 ribu meter persegi maka tahun ini panitia menyiapkan 96.577 meter persegi.

GIIAS 2016 bakal memamerkan 26 merek mobil penumpang dan 7 merek kendaraan niaga serta ditargetkan diikuti lebih dari 350 peserta pameran. Sebagai informasi, pameran serupa tahun lalu mencatat transaksi penjualan 19.380 unit kendaraan senilai Rp 5,77 triliun. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar