Merasa Difitnah, 11 Eks Kombatan GAM Mempolisikan Sandiaga Uno dan Dahnil Simanjuntak

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak dilaporkan 11 eks Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge, Aceh ke polisi.

Mereka melaporkan dua sosok tersebut terkait pemfitnahan bahwa lahan capres nomor urut 02 di Aceh Tengah dan Bener Meriah dikuasai dan dimanfaatkan eks GAM.

“Sandi dan Dahnil sudah dipolisikan, hal ini karena mereka sudah membuat fitnah di media bahwa lahan Prabowo di Aceh Tengah dan bener Meriah dikuasai dan dimanfaatkan oleh GAM,” kata eks Panglima GAM wilayah Linge, Fauzan Azima seperti dilaporkan  CNNIndonesia.com, Senin (25/2).

Fauzan juga mengatakan tidak ada satupun fakta dari mereka yang menguasai lahan Prabowo di dua kabupaten Provinsi Aceh tersebut.

“Tadi pada pukul 16.00 ke Polda Aceh Sandi dan Dahnil dilaporkan,” ujar Fauzan

Fauzan mengatakan 11 eks Kombatan GAM itu terdiri dari Zulkarnain, Sabri, Juliadi, Efendi, Adi Yusra, Darul Husada, Dian Purnama, Julian Iskandar, Ramli, Nurdin Ar, serta Syarifuddin.

Laporan mereka tercantum dalam surat keterangan tanda bukti lapor bernomor: BL/47/II/YAN.2.5/2019/SPKT.

Sandi dan Dahnil dilaporkan diduga melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan menyampaikan berita bohong sebagaimana ketentuan Pasal 310 dan 311 KUHP jo. Pasal 27 ayat 93), Pasal 28 ayat, Pasal 45 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sebelumnya pernyataan lahan di Aceh dikuasai eks GAM itu diungkap Dahnil menanggapi pernyataan Prabowo dalam debat capres kedua pada 17 Februari lalu. Pada debat tersebut, Prabowo mengaku 120 ribu hektare lahan yang dikuasainya di Aceh dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU).

Sehari kemudian, Dahnil menerangkan para bekas kombatan GAM itu memanfaatkan lahan atas seizin Prabowo.

“Kombatan-kombatan GAM di Aceh itu banyak memanfaatkan tanah-tanah itu atas izin Pak Prabowo,” kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2). (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar