Orang Batak, Harus Membawa Damai

Orang Batak, Harus Membawa Damai

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Orang Batak harus mampu menjadi terang dan membawa damai serta berguna bagi orang lain. Inilah makna sejatinya sebagai umat beragama, khususnya umat Kristiani.

Hal itu diucapkan Pendeta DR B Nainggolan dalam khotbahnya pada ibadah syukuran Punguan Hutasoit Parpati Toba & Boru se-Jabodetabek, Minggu (280517) di Gedung Sejahtera, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Nada yang sama juga diutarakan artis kondang, Maya Rumantir, isteri Takala Hutasoit yang tampil memberi sambutan sekaligus melantunkan lagu hiburan.

Saat ini, lanjut Pendeta Nainggolan, sebagian besar masyarakat sudah sangat individualistis dan egoistis, teramat sangat mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memperdulikan kenyamanan orang lain.

Padahal, lanjutnya, sesuai ajaran Kristus Raja Gereja, umat manusia yang hidup di muka bumi ini baru dikatakan bermanfaat, jika kehadirannya di seantero dunia ini, berguna bagi orang lain.

‘’Orang yang egoistis dan individualistis, bukanlah karakter orang yang beragama, terutama pemeluk agama Kristen. Hidup ini harus berguna bagi orang lain,’’ tegas pendeta.

Sementara itu, Maya Rumantir yang mengatakan hidup sebagai orang Batak sangat aman dan nyaman, meyebut agar karakter itu sesuai dengan yang diharapkan Tuhan Yesus, kita harus mampu menjadi terang, bersinar sekaligus membawa damai. ‘’Bukan malah sebaliknya pembuat rusuh,’’ kata Maya Rumantir yang selanjutnya mengajak ribuan warga yang mengikuti ibadah syukuran berdendangria.

Ibadah Syukuran Hutasoit Parpati Toba & Boru se-Jabodetabek merupakan kali pertama diselenggarakan dan dalam kesempatan itu terpilih menjadi Ketua Umum, St Demak Hutasoit. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar