Pabrik Baterai Koin Lithium, Diperluas

BERBINCANG –  Dirjen ILMATE, Harjanto (tengah) berbincang dengan pemilik perusahaan kelompok Gobel, Rachmat Gobel dan Presdir PT Panasonic Global Energi Indonesia, Kenichi Kudaro, usai peletakan batu pertama. -tubasmedia.com/sabar hutasoit

BEKASI, (tubasmedia.com) – Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Eelektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian, Harjanto melakukan peletakan batu pertama pada perluasan pabrik baterai koin lithium milik PT Panasonic Gobel Energy Indonesia  di Bekasi, Jumat (20/7/2018).

Perluasan ini merupakan salah satu langkah strategis PT Panasonic Gobel Energy Indonesia mengantisipasi pesatnya pertumbuhan pasar global baterai lithium ke depan.

‘’Ke depan, baterai lithium tidak lagi hanya dipersiapkan untuk kepentingan handphone, akan tetapi akan digunakan sebagai baterai mobil listrik,’’ kata Harjanto kepada wartawan.

Harjanto mengapreasiasi langkah PT Panasonic Gobel Energy Indonesia yang sejak tahun 1987 telah berperan serta dalam membangun dan mengembangkan industri batu baterai.

Kesungguhan perusahaan ini dalam membangun industri batu baterai di Indonesia, katanya telah ditunjukkan dengan terus dikembangkannya pabrik dan fasilitas produksinya.

‘’Dengan diperluasnya pabrik batu baterai ini, saya berharap PT Panasonic Gobel Energy Indonesia memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui kegiatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal serta menjadi industri yang berwawasan lingkungan,’’ kata Harjanto.

Sementara itu dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, Kudara Kenichi mengatakan hingga 2017, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia telah memproduksi 30 miliar baterai, yang terdiri dari 20 miliar baterai kering Manganese dan 10 miliar baterai koin Lithium, yang berorientasi 92 persen ekspor dengan tujuan 70 negara. Juga menyerap 2.500 tenaga kerja termasuk tenaga kerja asing yang berjumlah 29 orang.

Dipilihnya Indonesia sebagai basis produksi lithium katanya, karena iklim usaha yang kondusif melalui berbagai insentif dan regulasi yang berorientasi ekspor.

“Iklim investasi di Indonesia kondusif dan stabil, selain tersedianya mata rantai pasokan bahan baku memadai, serta keunggulan dalam kemampuan SDM dan kompetitif,” kata Kudara.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar