Pameran Produk Unggulan Sumatera dan Kalimantan di Gedung Kemenperin

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah seusai membuka Pameran Produk IKM Terbaik Sumatera Kalimantan meninjau stan usaha tenun songket "Dua Saudara" di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta 19 Mei 2015

MENINJAU – Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah seusai membuka Pameran Produk IKM Terbaik Sumatera Kalimantan meninjau stan usaha tenun songket “Dua Saudara” di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta 19 Mei 2015. (tubasmedia.com/istimewa)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian menggelar pameran Produk Unggulan Sumatera dan Kalimantan 2015 di Plasa Pameran Industri, Kemenperin Jakarta, Selasa (19/5/2015). Kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).

Kemenperin secara konsisten terus mempromosikan berbagai produk unggulan dari para desainer dan perajin nasional kepada masyarakat luas. Pameran ini diresmikan oleh Dirjen IKM Euis Saedah mewakili Menteri Perindustrian.

”Peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh industri kecil dan menengah menjadi sangat penting untuk terus diperhatikan, terutama dalam era globalisasi yang kian terbuka setiap tahunnya. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai produk mancanegara akan menjadi pesaing bagi produk yang dihasilkan oleh industri dalam negeri,” kata Dirjen IKM.

Menurut siaran pers Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenperin, Hartono, pameran yang diselenggarakan empat hari, 19 – 22 Mei 2015, dan dibuka untuk umum pukul 09.00 – 17.00 WIB, diikuti 53 IKM binaan dari Dinas Perindagkop dan Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sumatera dan Kalimantan. Produk unggulan yang ditampilkan, antara lain, tenun songket, bordir, sulaman, kerajinan perak, kerajinan kayu, serta produk pangan, seperti keripik balado dan rendang, aneka pangan dari umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan olahan, dan lain-lain.

Sektor industri pengolahan nonmigas mulai bergeser ke luar Pulau Jawa, yaitu dari 24,63% pada 2008 menjadi 27,22% tahun 2013. Kontribusi wilayah Sumatera dan Kalimantan terhadap nilai tambah sektor industri non-migas nasional relatif cukup besar, mencapai 23,90%. Namun, kontribusi tersebut lebih banyak diberikan oleh Sumatera, sebesar 20,63%, sedangkan Kalimantan memberikan kontribusi sekitar 3,27%. Oleh karena itu, potensi pengembangan industri khusus di wilayah Kalimantan masih sangat besar mengingat banyak sumber daya industri yang masih bisa dimanfaatkan secara optimal.

Dirjen IKM mengharapkan para perajin terus menggali serta mengembangkan budaya lokal dalam menciptakan keunikan pada karya-karya yang dihasilkannya, sehingga mampu meningkatkan daya saing berbagai produk unggulan dalam negeri sebagai upaya pengembangan industri kreatif. (ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar