Paslon Nikson- Sarlandy Lantik Partungkoan Rura Silindung

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Pasangan Calon ( Paslon)  Bupati Taput, Nikson Nababan – Sarlandy Hutabarat melantik dan mengambil sumpah janji pengurus Partungkoan Rura Silindung, Senin (19/3) di lapangan Sihobuk Tarutung.

Ketua Kabupaten Partungkoan Rura Silindung Parlindungan Hutasoit, Sekretaris Tohom Lumbantobing, Bendahara Lilis. Serta pelantikan kordinator dan Kordus 4 kecamatan, yakni Kecamatan Tarutung, Adiankoting, Sipoholon dan Siatas Barita.

Sebelum acara pelantikan, terlebih dahulu diadakan khotbah. Pengkotbah Pdt Demak Simanjuntak mengatakan, kebersamaan akan dirajut dalam pergumulan,  bagaimana jemaat bersatu dalam kasih.

Jangan ada dusta diantara kita. Untuk meraih persatuan dan kesatuan tak bisa dinilai dengan uang.

” Marilah kita jadikan Partukkoan itu tempat pemikir. Tempat barnaungnya para orangtua, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta pemuda. Artinya, tempat berkumpulnya orang orang pemikir,” jelas Demak.

Anggota DPRD Taput Maruli Panjaitan dalam pertemuan itu mengatakan, saat ini masyarakat Taput telah dirasuki wabah “katarak “. Artinya, tidak bisa membaca, melihat dan membedakan.

“Keyakinan saya sama dengan keyakinan kita semua. Semua pemberitaan di Media Sosial ( Medsos) telah menunjukkan katarak itu sudah mewabah. Pembangunan selama 3 tahun 8 bulan dikatakan tidak ada. Semua serba terbalik,” jelas Maruli.

Aku yakini, dalam kubu Nikson – Sarlandi tidak terserang wabah “katarak” itu. Sudah kebal, karena sudah di imunisasi.

Pentolan partai PDI. Perjuangan itu juga menjelaskan, saya menjadi saksi sejarah perubahan pembangunan di Taput. Salah satunya perubahan APBD yang terus meningkat, dari Rp 700 miliar hingga Rp1,3 triliun dalam kurun waktu kurang lebih 4 tahun.

Bukan dari peningkatan APBD saja, sejak kepemimpinan Nikson Nababan, Bandara Internasional Silangit telah nyata dan telah dinikmati seluruh masyarakat Taput.

Jalan sudah hotmix, membuat terobosan pembangunan melalui talangan harga untuk komoditi cabe merah, bawang merah dan gabah.

Penambahan Dana Desa dari Rp 60 juta per tahun hingga Rp 250 juta per tahun di 241desa se Taput.

“Kebingungan saya, bagaimana mereka itu tidak melihat, tidak merasakan dan tidak bisa membedakan, pembangunan yang telah nyata di Taput. Mudah mudahan wabah “katarak” tidak menjadi virus untuk menjadi propokasi ke masyarakat melalui pemberitaan di Medsos,” pintanya.

Calon Wabup Sarlandy Hutabarat dalam orasi politiknya lebih banyak mendoktrin masyarakat untuk lebih melihat program pembangunan semasa kepemimpinan Nikson Nababan.

Tiga tahun delapan bulan belumlah maksimal untuk mewujudkan pembangunan yang merata di 15 kecamatan. Butuh waktu dan proses untuk mewujudkannya.

Tapi aku yakin, pembangunan yang sudah terlaksana dan sudah dirasakan masyarakat akan terus berlanjut atas kemenangan Nikson – Sarlandy pada Pilkada 27 Juni 2018.

Calon bupati Nikson Nababan sebelum melontarkan orasi politiknya, selalu diawali dengan sebuah lagu.

“Beri kesempatan bagi saya untuk menyelesaikan semua janji pembangunan kepada masyarakat,” ujar Nikson Nababan.

Nikson mengatakan, kadang sedih, saya dikatakan pembohong, suka janji-janji. Saya yakin, bersama Sarlandy seorang birokrasi tulen dapat membuktikan semua tekanan dan hinaan kepada saya.

“Sekolah gratis, jalan hotmix, pupuk gratis bayar paska panen, talangan harga komoditi cabe merah, bawang merah dan gabah melalui pasar lelang, pemberian Alsintan secara gratis. Semuanya demi kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Pantauan Tony Situmeang wartawan tubasmedia.com, orasi politik Nikson Nababan lebih menekankan pembangunan yang sudah terlaksana selama kepemimpinannya. Baik itu pembangunan yang sudah maksimal, pembangunan yang belum maksimal.

Hadir bersama Paslon Nikson – Sarlandy pada acara pelantikan itu, Anggota DPRD Taput Maruli Panjaitan, pengurus LADN Taput, Menanti Hutagalung, Sekjen PKB Taput, Dompak Hutasoit, tokoh masyarakat Dorgis Hutagalung tokoh agama dan tokoh pemuda. *

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar