PDIP Minta Prabowo Diajari Jubirnya Soal Kontrol Diri

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pernyataan Jurubicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa kontrol diri Presiden Jokowi lemah seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Sebab, capresnya Dahnil sendiri yang lebih punya masalah soal kontrol diri.

“Prabowo sendiri mengakui dirinya grasa-grusu saat menggelar konferensi pers dengan turut menyebarkan hoaks bahwa Ratna Sarumpaet korban penganiayaan,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, Jumat, 26/10.

Menurut Charles, andai saja kontrol diri Prabowo kuat maka akan mengkroscek setiap informasi yang diterimanya dengan seksama, bukan lantas ikut menyebarkan kebohongan. Faktanya, grasa-grusu itu sama saja dengan pengakuan diri atas kontrol diri yang lemah.

“Soal kontrol diri Prabowo, publik juga sudah sama-sama tahu bahwa berakhirnya karier Prabowo di dunia militer juga akibat tindakannya di luar kontrol dalam melihat gelombang reformasi yang begitu kuat dari aktivis, mahasiswa dan rakyat keseluruhan,” sambung Charles.

Presiden Jokowi, lanjut Charles, mengakui keceplosan soal ‘politik sontoloyo’ karena kesal dengan politisi yang bisanya cuma nyinyir.  Hal itu tentu jauh lebih baik ketimbang Prabowo, yang tindakan lepas kontrolnya pernah merugikan rakyat banyak, bahkan sejumlah pihak masih menuntut pertanggungjawabannya sampai sekarang.

“Tindakan lepas kontrol Prabowo yang  merugikan rakyat ini sama sekali tidak pernah dilakukan Presiden Jokowi. Sebaliknya, Bung Dahnil harus mengajari capresnya soal kontrol diri, sehingga tidak ada lagi rakyat yang dirugikan,” sindir Charles. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar