Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Minta Sandiaga Uno, Stop Politisasi Harga Pangan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pasca penolakan terhadap Sandiaga Uno di Pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara, Komite Pedagang Pasar bersama pedagang pasar seluruh Indonesia meminta agar calon wapres nomor urut 02 itu tidak lagi melakukan politisasi harga pangan.

“Kami bersama pedagang pasar se-Indonesia meminta agar Pak Sandiaga tak lagi melakukan kunjungan ke pasar walau hanya untuk mendengar keluhan permasalahan para pedagang dan pasar. Sebab kunjungan yang dilakukan Pak sandiaga mengakibatkan pasar-pasar menjadi sepi. Karena mendengar pernyataan Pak Sandiaga harga pangan di pasar-pasar selalu naik dan mahal, serta pasar dianggap tidak bisa bersaing dengan mall, supermarket dan minimarket,” jelas Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/12).

Dia mengatakan, banyak pasar tradisional sepi pembeli salah satunya akibat pernyataan Sandiaga yang selalu menyebut barang-barang di pasar sangat mahal, selalu naik dan tidak mampu bersaing dengan pasar modern.

“Akibat bicaranya Pak Sandiaga bikin pasar menjadi sepi dan berkurangnya penghasilan pedagang pasar,” kata Rosyid.

Hal tersebut juga menjadi keluhan para pedagang pasar di daerah-daerah. Di mana, usai kunjungan yang dilakukan, Sandiaga tidak memberikan solusi mengenai stabilitas harga dan penyelesaian permasalahan pedagang dan pasar melainkan pedagang hanya diberikan harapan janji-janji.

Namun, Sandiaga selalu bicara harga pangan dan barang-barang lainnya di pasar selalu naik dan mahal yang berimbas pasar menjadi sepi pembeli dan berdampak menurunnya penghasilan pedagang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPP akan membuat program pangan murah untuk pedagang.

“Penjualan pedagang kita buat sistem online dan saya akan melakukan kunjungan ke pasar tradisional dengan tema Gerakan Kembali Belanja ke Pasar Tradisional dalam upaya untuk menerima aspirasi keluhan permasalahan pedagang dan pasar se-Indonesia. Sekaligus  meningkatkan penghasilan pedagang dan kembali meramaikan pembeli di pasar-pasar,” papar Rosyid. (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar