Pelaku Impor Pakaian Bekas Sedang Diidentifikasi

img_9870-jpg2

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Maraknya perdagangan pakaian bekas di Indonesia, telah membuat citra Indonesia sebagai pasarnya barang bekas. Impor pakaian bekas yang masuk ke Indonesia hingga kini masih cukup besar.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati dalam temu usaha pelaku bisnis industri tekstil, alas kaki dan aneka di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani mengaku dirinya diundang Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto untuk mendengar bagaimana perkembangan sektor industri dewasa ini.

Namun para peserta temu usaha kecewa karena Sri Mulyani tidak memberi waktu untuk tanya jawab dengan pelaku industri. Tapi Sri Mulyani lebih memilih menonton fashion show ketimbang berdialog dengan para pebisnis.

Selanjutnya Sri menuturkan, ‎biasanya pakaian-pakaian bekas tersebut masuk ke daerah-daerah.  ‎”Saya hampir tiap hari mengatakan impor pakaian bekas masih banyak. Kalau mau datang ke daerah kita itu banyak impor pakaian bekas. Kita masih dianggap pasar barang bekas. Tapi kami janji dari segi Bea Cukai untuk mengidentifikasi pelaku impornya,” lanjut dia.

Meski demikian, lanjut Sri Mulyani, masih banyaknya impor pakaian bekas ini sebenarnya menjadi tanda kebutuhan akan pakaian di daerah-daerah masih sangat besa‎r. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan para pelaku industri lokal.

“Namun ini menggambarkan di dalam negeri, sebetulnya ini kesempatan. Pasarnya itu masih sangat besar. Hanya tadi ibu bapak bilang berkompetisi dengan hanya 1/3-nya. Misalnya, saya harus bayar listrik sekian, ini sangat persoalan yang fundamental,” ujar dia. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar