Pelaku Industri Singapura Masih Favoritkan Indonesia

DI SINGAPURA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kiri) didampingi Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya (kiri) serta Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan (kedua kanan) berfoto bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Chan Chun Sing (tengah) seusai melakukan pertemuan di Singapura, Jumat (21/9).-tubasmedia.com/ist

SINGAPURA, (tubasmedi.com) – Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan utama investasi bagi para pelaku usaha Singapura. Hal ini karena didukung melalui stabilitas politik dan keamanan, peningkatan indeks kemudahan berbisnis (EoDB), potensi pasar yang besar, serta banyaknya jumlah sumber daya manusia sehingga menjadi faktor yang menarik untuk penanaman modal di Indonesia terutama sektor industri.

“Pemerintah telah bertekad untuk semakin menciptakan iklim bisnis yang kondusif, misalnya dengan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, pemberian insentif fiskal, dan kemudahan dalam perizinan usaha,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Chan Chun Sing di Singapura, Jumat (21/9).

Menperin menambahkan, pemerintah juga telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dan arah yang jelas untuk kesiapan memasuki era revolusi industri generasi keempat.

“Melalui implementasi industri 4.0, kami meyakini dapat memacu daya saing industri agar lebih efisien, produktif, dan berkualitas,” tuturnya.

Oleh karena itu, peningkatan kerja sama RI-Singapura diharapkan dapat saling menguntungkan dan melengkapi sehingga mampu memperkuat perekonomian kedua negara.

“Selama 50 tahun ini, hubungan bilateral telah terjalin dengan baik terutama melalui kolaborasi peningkatan volume perdagangan dan investasi,” ujar Airlangga.

Pada semester I tahun 2018, investasi Singapura ke Indonesia tercatat sebesar USD5,04 miliar atau naik 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan sepanjang tahun 2017, penanaman modal dari Negeri Singa mencapai USD8,44 miliar. (ril/sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar