Pembangunan Kawasan Industri Perlu Dibarengi Pendirian Politeknik

DI SINGAPURA- Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (kedua kiri) didampingi Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) di Singapura, Jumat (8/9).-tubasmedia.com/ist

SINGAPURA, (tubasmedia.com) – Pembangunan kawasan industri perlu diiringi dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri.

Untuk itu, perlu didirikan sekolah vokasi di beberapa kawasan industri seperti Politeknik Morowali, Sulawesi Tengah dan Akademi Komunitas Industri Logam di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Jumat (8/9).

“Pada tahun ini, kami akan membuka politeknik industri furniture di Kendal, Jawa Tengah. Dan, tahun 2018 nanti, Kementerian Perindustrian memfasilitasi pembangunan politeknik pendukung di kawasan industri Dumai dan kawasan industri Batu Licin,” ujar Menperin.

Dalam pertemuan tersebut, Menperin didampingi Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, menindaklanjuti dan membahas secara teknis mengenai pembicaraan dalam Leaders Retreat antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di bidang peningkatan kompetensi SDM serta kerja sama di sektor industri pengolahan yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan kedua negara.

Pada kesempatan itu, Menperin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Singapura atas penyelenggaraan Leaders Retreat yang berjalan sukses dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura.

“Beberapa poin yang juga dibicarakan, antara lain fokus upaya merevitalisasi kawasan industri di Batam agar bisa menampung industri pengolahan yang bernilai tambah tinggi terutama di sektor elekronika, digital dan MRO,” kata Airlangga.

Airlangga menyebutkan, tiga fokus yang perlu dikembangkan di politeknik saat ini, yaitu memanfaatkan pengembangan ekonomi dengan kemajuan artificial intelligent, robotic, dan 3D printing untuk lini produksi manufaktur modern, pengembangan inovasi produk makanan, minuman dan food safety, serta pengembangan vokasi.

Airlangga juga menjelaskan, salah satu bukti sinergi antara pelaku industri Indonesia dengan Singapura yang telah dilakukan adalah melalui kerja sama PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd dalam pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah dengan standar internasional.

“Sampai Agustus 2017, realisasi nilai investasi di KIK telah mencapai Rp4,7 triliun dengan 33 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, China dan Jepang dengan menyerap 5.000 tenaga kerja,” sebutnya. (ril/sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar