Pemerintah akan Beri Kemudahan Kepada Investor

Laporan: Redaksi

Dirjen IUBTT Budi Darmadi sedang berdialog dengan Presiden Pegasus Moriaki Shimizu

Dirjen IUBTT Budi Darmadi sedang berdialog dengan Presiden Pegasus Moriaki Shimizu

OSAKA, (Tubas) – Sejumlah industriawan di Jepang berniat untuk merelokasi industrinya ke luar negeri sebagai dampak menguatnya nilai tukar yen dan kurangnya pasokan energi sebagai material utama industri. Para industriawan di negeri Sakura itu akan sulit bertahan di negerinya sehingga mereka sedang mencari negara mana yang pas dan cocok untuk tempat relokasi industri.

Dalam kaitan itu, tim dari Kementerian Perindustrian berikut dunia usaha di bawah pimpinan Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi melakukan kunjungan ke empat pabrik di Osaka dan Tokyo masing-masing Pegasus Sewing Machine MFG Co Ltd, Juki Corporation, Hitachi Construction Machinery Co Ltd dan Sumitomo (SHI) Construction Machinery Co Ltd.

Demikian wartawan tubasmedia.com, Sabar Hutasoit melaporkan dari Osaka Jepang yang mengikuti kunjungan kerja Dirjen IUBTT Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi ke negeri Sakura itu pekan silam. Budi Darmadi didampingi Staf Khusus Menteri Perindustrian Benny Soetrisno, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP) Ditjen IUBTT, Tedy Sianturi serta sejumlah staf dan pelaku usaha dari Indonesia.

Dalam pertemuan dengan President Pegasus Sewing Machine MFG Co Ltd, Moriaki Shimizu yang memproduksi mesin jahit Pegasus, Budi Darmadi menyebut kalau pemerintah akan memberikan sejumlah kemudahan kepada investor asing yang melakukan relokasi ke Indonesia.

Kemudahan dimaksud berupa bantuan semacam subsidi bunga pinjaman. Selain itu pemerintah juga akan memberi bantuan di bidang promosi, dimana produk-produk asing yang diproduksi di Indonedia akan dimasukkan dalam list untuk memudahkan konsumen mencari produk yang dibutuhkan.

Budi Darmadi menjelaskan di Indonesia saat ini terdapat 2.700 industri tekstil yang akan merestrukturisasi mesin jahit dan dari 2.700 itu, baru 1.000 yang masuk program restrukrisasi. Pembelian mesin jahit di Indonesia-pun tambah Budi, semakin meningkat seiring meningkatnya produksi industri tekstil.

“Industri tekstil di Indonesia naik sangat cepat dan menurut perkiraan saya, tiga atau empat tahun ke depan peningkatan sektor industri tekstil bisa sampai dua kali lipat,” kata Budi.

Dengan meningkatnya industri tekstil maka akan meningkat pula pembelian mesin jahit dan seiring dengan itu, pembelian spareparts-nya juga jelas akan meningkat. Untuk itu menurut Budi, Indonesia sangat mengharap agar Pegasus segera merelokasi industrinya atau paling tidak industri spareparts ke Indonesia.

“Kami mengundang Pegasus melakukan assembling di Indonesia dan pemerintah siap membantu. Saya yakin dengan mutu Pegasus yang sudah berusia seratus tahun, pasti berkenan di hati rakyat Indonesia apalagi kalau spareparts-nya bisa dibuat di Indonesia,” kata Budi.

Konsumen Indonesia kata Budi kepada Moriaki, akan lebih yakin kalau produk yang akan dia beli dibuat di Indonesia dan spareparts-nya gampang dicari. Dia sebut contoh Daihatsu, Toyota, Suzuki dan Nisan yang sudah produksi di Indonesia, daya serap pasarnya sepuluh kali lipat dari nilai impor. “Permintaan pasar pasti akan lebih besar dibanding produksi,’’ tegas Budi.

Senang

Sementara itu, President Pegasus Sewing Machine MFG Co Ltd, Moriaki Shimizu menyatakan pihaknya senang mendapat tawaran dari pemerintah Indonesia dan akan segera merealisasikan rencana relokasi ke Indonesia. Saat ini Pegasus menjadikan Indonesia masih sebatas negara tujuan dagang. Sedangkan untuk produksi, Pegasus selama ini memilih Vietnam dan China untuk pembuatan komponen-komponen.

Pegasus, memproduksi 3.500 macam mesin jahit dimana satu unit mesin jahit terdiri dari 500 komponen. Itu artinya, Pegasus membutuhkan sekitar 17.500 komponen. Melalui PT Indo Utama Sejati, sebagai agen penjualan di Indonesia, kata Moriaki, Indonesia masuk ranking 10 terbaik. “Dua tahun lalu kami datang ke Indonesia menjajaki kemungkinan relokasi,’’ kata Moriaki. Pegasus kini memiliki 200 agen yang tersebar di 70 negara ***

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar