Pemerintah Komit Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia

MOJOKERTO, (tubasmedia.com) – Dengan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, produktivitas industri dalam negeri akan meroket sekaligus dapat memacu daya saing Nasional di kancah global. Karena itu, pemerintah komit untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

Daya saing suatu negara ditentukan juga dengan kemajuan industrinya. Kemajuan industri akan berimbas pada ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.

Hal itu diutarakan Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla pada Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri (link and match SMK dengan industri) Wilayah Provinsi Jawa Timur di Mojokerto, Selasa (28/2).

Program ini secara resmi diluncurkan oleh Wapres JK didampingi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Selain itu juga dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI, Khilmi serta pejabat di lingkungan Kemenperin dan pemerintah daerah.

Menurut Wapres, sedikitnya ada tiga faktor yang mendorong industri dapat maju, yakni teknologi, modal dan skill. Ketiga faktor itu harus saling melengkapi.

“Khusus faktor skill, sekolah kejuruan diharapkan menyiapkan tenaga yang andal untuk mengisi kebutuhan dunia industri saat ini. Pemerintah memberikan bekal ilmu pengetahuan dasar soal industri kepada anak didik yang kemudian akan dikembangkan oleh dunia industri,” katanya.

JK memberikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian atas inisiasi program pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri, yang diharapkan program ini terus berkelanjutan di provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.
“Karena manfaat dari program ini baru dapat dirasakan jika dilaksanakan secara masif, menjangkau lebih banyak SMK, dan tentunya harus melibatkan lebih banyak perusahaan industri,” tambahnya.

Sementara itu, Menperin Airlangga menyampaikan, SDM industri saat ini sudah masuk kategori demand driven, yakni permintaan dari dunia usaha makin lama makin besar dan harus diantisipasi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai program strategis untuk memastikan bahwa industri di Indonesia akan makin menyerap tenaga kerja lokal.

Salah satunya melalui peluncuran program vokasi ini yang sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Dalam Inpres tersebut, tugas Kemenperin, antara lain memfasilitasi program praktek kerja lapangan dan pemagangan industri.

“Atas dasar penugasan itu, kami telah menindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara lima menteri tentang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi berbasis Kompetensi yang link and match dengan industri,” tambah Airlangga. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar