Pendidikan Vokasi Perlu Dukungan Pembangunan Infrastruktur Kompetensi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Prioritas pembangunan nasional akan difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Caranya, melalui perbaikan sistem pendidikan vokasi dan peningkatan  keterampilan tenaga kerja.

‘’Sebagai acuannya adalah pendidikan dan pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh BPSDMI Kementerian Perindustrian,’’ kata Sekjen Kementerian Perindustrian, Haris Munandar pada acara serah terima jabatan Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta dari pejabat lama Plt Arief Fadillah kepada penggantinya Hendro Kuswanto di Jakarta, Kamis.

Acara serah terima yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama itu juga disaksikan Koordinator Badan Pengembangan SDM Industri, Mudjiono, para pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kemenperin dan para undangan lainnya.

Saat ini menurut Haris, unti pendidikan Kemenperin, baik SMK maupun Polteknik telah menjadi role model dalam pengembangan pendidikan vokasi industri. Bahkan karena peranan yang semakin besar, pada tahun 2019 resmi menjadi unit kerja setingkat eselon satu yaitu menjadi Badan Pengembangan SDM Industri.

Namun disebutkan, guna menunjang tanggungjawab Badan Pengembangan SDM Industri yang semakin besar dalam melahirkan SDM industri yang berkualias, perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur kompetensi serta pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM Indstri 4.0.

Disebutkan, terdapat enam program pembangunan SDM industri yang diselenggarakan oleh Kemenperin yakni pendidikan vokasi berbasis dual system, pembangunan politeknik di kawasan industri dan wilayah pertumbuhan industri, pengembangan link and match antara SMK dengan industri, pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1, pembangunan infrastruktur kompetensi serta pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM Industri 4.0.

“Seluruh pimpinan dan staf BDI Jakarta harus mengetahui dan mendukung pelaksanaan keenam program prioritas tersebut,’’ tegas Haris. (sabar)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar