Pengusaha Siap Memproduksi Kendaraan Bermotor yang Menggunakan BBG

131214ekbis-1-ok

 

BOGOR, (tubasmedia.com) – Pengusaha Indonesia sudah siap memproduksi kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar gas (BBG). Kesiapan itu perlu didukung oleh kesiapan dan ketersediaan infrastruktur BBG, kata Sekretaris Umum, Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardito dalam Workshop dan Family Gathering Forum Wartawan Industri di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/12).

Menurut Noegardito yang menjadi permasalahan belum ada kewajiban dari pemerintah sehingga banyak kendaraan bermotor yang belum menggunakan BBG. Gaikindo siap melaksanakan kewajiban itu jika pemerintah sudah mewajibkan kendartaan bermotor menggunakan BBG yang harganya lebih murah dan tidak menimbulkan polusi dibanding BBM.

Dalam kesempatan itu, Direktur PT Toyota, I Made Nana M Tangkas mendesak pemerintah segera mengeluarkan aturan yang mewajibkan warga masyarakat menggunakan kendaraan bermotor dengan BBG. “Kalau ada aturan wajib saya pikir pengusaha dan masyarakat siap. Pengusaha juga siap memproduksi kendaraan bermotor yang menggunakan BBG,” katanya.

Kepala Humas Perusahaan Gas Nasional (PGN) Riza Ababil yang pembicara dalam acara itu menambahkan yang perlu disiapkan dalam menggunakan BBG untuk kendaraan bermotor adalah ketersediaan infrastruktur. Selain itu, juga ketersediaan gas itu sendiri. Sampai saat ini produk gas Indonesia lebih banyak untuk diekspor.

” Infrastruktur BBG akan berjalan kalau ada jaminan pasokan gas. PGN (Perusahaan Gas Negara) butuh jaminan pasokan gas selama 25 – 30 tahun ke depan,’’ katanya..

Direktur Alat Angkut, Ditjen Industri Unggulan dan Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian, Soerjono mengatakan pemerintah sudah lama memprogramkan konversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke BBG dengan memasang konverter kit di kendaraan bermotor.

Pasang konverter kit dimulai dari sejumlah taksi. Namun, kenyatannya banyak warga masyarakat yang takut menumpang taksi menggunakan BBG. “Takut gasnya meledak” kata Soerjono. Selain itu, banyak pengusahana angkot yang tidak bersedia pasang konverter kit karena takut meledak

Indonesia mempunyai perusahaan yang memproduksi konverter kit di Cikarang, Jawa Barat tetapi produknya diekspor ke Thailand karena di Indonesia tidak laku” ungkap Soerjono. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar