Penjualan Daging Sapi Menurun Tajam

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

GROBOGAN, (TubasMedia.Com) – Penjualan daging sapi di pasar Purwodadi Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menurun tajam karena harga daging terus melambung sejak dua pekan terakhir. Sebelum naik, harga normal di pasaran untuk daging kualitas nomor satu Rp 80.000/kg. Namun belakangan, mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 100.000/kg.

’’Kenaikan harganya cepat sekali. Akibatnya, penjualan kami mengalami penurunan hingga 40 persen. Konsumsi masyarakat jadi beralih ke daging lainnya, seperti ayam dan ikan. Harga daging sapi tidak terjangkau,’’ kata Eryani (38), pedagang daging di kios H Solekan, Pasar Induk Purwodadi kepada tubasmedia.com, pekan lalu.

Eryani yang biasa menyembelih dua ekor sapi, saat ini hanya menyembelih satu ekor saja. Kenaikan harga itu membuat daya beli masyarakat terhadap daging sapi menurun darstis. Dia menduga, mahalnya harga daging sapi karena kelangkaan sapi potong di pasaran.

Hal senada disampaikan Karno (42), pendagang daging sapi di kios Hj. Ida Imam Rifai itu mengatakan, keuntungan pedagang di pasar hanya bergantung pada kulit, kepala, serta kaki sapi. Untuk keuntungan dari daging, tidak bisa diharapkan. ’’Penjualan dari daging bisa untuk menutup modal membeli sapi saja sudah bagus. Kami hanya untung di kulit, kepala, dan kaki,’’ katanya.

Adi Sucipto (45), pedagang bakso di area parkir Swalayan Luwes mengaku, masih mengalah dengan mengurangi keuntungan. ’’Kami pedagang bakso rata-rata tidak berani mengurangi campuran daging karena terkait rasa. Jadi, keuntungan yang kami kurangi. Kami berharap pemerintah segera turun tangan dengan kebijakan impor sapi, tetapi harus seimbang. Jadi, harga stabil dan petani ternak sapi juga tidak merugi akibat harga turun drastis karena banyaknya sapi impor,’’ harapnya. (sofi)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar