Plt Bupati Taput Dinilai Ingin Mengecoh Pilkada

TARUTUNG, (tubasmedia.com) РPidato Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tapanuli Utara, Mauliate Simorangkir yang  mengatakan akan merevisi besaran gaji guru honor dari Rp 300 ribu per bulan menjadi  setara dengan Upah Minimun Regional (UMR) Tapanuli Utara dianggap guyon.

“Itu hanya guyon, tetapi telah membuat kami sakit hati,” salah salah seorang guru honor yang tidak mau disebut identitasnya.

Menurut guru yang sudah mengabdi sejak tahun 2010 di salah satu sekolah dasar negeri di Tarutung, pernyataan Mauliate tidak masuk akal. “Bagaimana mungkin dinaikkan kalau APBD Taput masih kecil,” katanya lagi.

Kalaupun bisa digenjot APBD Taput, menurutnya masih banyak kebutuhan yang harus dibenahi. Misalnya infrastruktur jalan dan kebutuhan pengembangan pertanian.

Diakuinya, pada saat diadakan pertemuan guru oleh Dinas Pendidikan Taput di STAKPN Silakkitang, begitu Plt Bupati Taput Mauliate Simorangkir berpidato dan mengatakan akan menaikkan atau menyesuaikan gaji guru honor sesuai UMR, dia langsung keluar ruangan. “Aku langsung keluar dari ruangan, karena penyataannya hanya membuat sakit hati kami,” ujarnya.

Hal senada dinyatakan oleh guru honor yang mengajar di salah satu SMP negeri. Menurutnya, penyataan Plt Bupati tersebut sengaja digulirkan untuk mengecoh pesta demokrasi di Taput. Untuk itu diminta agar Gubernur Sumatera Utara menegor Plt Bupati Taput

“Gaji tenaga honor memang jadi issu yang menarik untuk digulirkan terutama di kabupaten yang kecil anggaran APBD-nya. Sifatnya hanya untuk menyerang petahana yang ikut berkompetisi,” ujarnya.

Terpisah, Plt Mauliate Simorangkir saat dikonfirmasi awak media, Kamis, (22/3) terkait pidatonya tersebut berusaha mengelak. “Tanya sama Kepala Dinas Pendidikan saja,” ujarnya sambil bertelepon memasuki mobil dinasnya.(tony)

Berita Terkait

Komentar

Komentar