Polri Bentuk Tim Khusus Telusuri Keterlibatan Pejabat Tinggi Polri Berbisnis Narkoba dengan Fredi Budiman

boy-rafli-650x330.jpg2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, cerita yang disampaikan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dijadikan bahan evaluasi bagi kepolisian.

Polri menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin polisi berbenah dan mengevaluasi diri usai cerita Freddy yang disampaikan Haris tersebar.

Masih dalam rangka menindaklanjuti instruksi presiden, polisi terus menelusuri informasi dari Haris untuk mencari oknum yang terlibat peredaran narkotika.

“Kami tetap menelusuri apa yang disampaikan Haris. Dan apabila adanya penyimpangan, di situlah dijadikan bahan pembenahan,” ujar Boy di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Boy mengatakan, Kapolri sudah memerintahkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari Divisi Profesi dan Keamanan serta Inspektorat Pengawasan Umum.

Pihaknya juga mengundang ahli sebagai pihak ketiga untuk meminta masukan. “Ada melibatkan unsur eksternal seperti Hendardi dari Setara Institute untuk ahli,” kata Boy.

Boy mengatakan, laporan terhadap Haris bukan karena polisi antikritik. Tapi, polisi mempermasalahkan penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya melalui media elektronik.

“Kami berterima kasih ke Haris. Kami terbuka dengan kritik,” kata Boy.

Presiden Joko Widodo meminta TNI, BNN dan Polri menjadikan informasi dari Haris sebagai masukan untuk berbenah diri.

Presiden menekankan bahwa aparat sebaiknya berdialog dengan Haris untuk menelusuri informasi yang disampaikan Freddy.

Ia pun meminta aparat penegak hukum yang terlibat peredaran narkoba dihukum secara tegas sesuai aturan yang berlaku. Namun, Presiden juga menekankan harus ada bukti yang kuat bahwa oknum aparat itu terlibat bisnis narkoba. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar