Potensi Industri Mamin Dalam Negeri Cukup Besar

DISKUSI – Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menjadi moderator pada sesi diskusi yang dibawakan pengamat ekonomi Dr. Avilliani, SE, M.Si, Direktur Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec, serta Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman Adhi S. Lukman di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 7 Februari.-tubasmedia.com/sabar hutasoit

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Industri makanan dan minuman (mamin) dinilai mampu menjadi instrumen yang berperan mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, sektor mamin skala besar diharapkan memperkuat pendalaman struktur dan rantai nilai industrinya melalui kemitraan strategis dengan sektor skala kecil dan menengah.

“Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa program pemerataan di Indonesia menjadi sangat penting. Salah satunya kami memacu lewat partnership di sektor mamin, karena selain makin menguatkan struktur industrinya, juga akan mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Breakfast Meeting dengan tema Menjaga Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman untuk Menunjang Perekonomian Nasional di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (7/2).

Menperin mengungkapkan, potensi industri mamin dalam negeri cukup besar, bahkan pertumbuhannya hampir dua kali dari pertumbuhan ekonomi nasional. “Rata-rata per tahun, industri mamin tumbuh 9,5 persen, sedangkan ekonomi lima persen,” ujarnya.

Industri mamin juga memiliki daya saing kuat dan pemainnya beragam. “Tidak ada pelaku yang mendominasi. Supply chain-nya tidak terganggu mulai bahan baku, produksi, sampai ke konsumen. Makanya, IKM mamin yang di daerah hidup,” tambah Airlangga.

Untuk makin meningkatkan pertumbuhan dan struktur industri mamin nasional, Airlanga menegaskan, pihaknya mendorong agar sektor prioritas ini ikut berperan mendukung program pemerintah dalam pendidikan dan pelatihan vokasi industri.

“Bapak Presiden menegaskan pula bahwa pengembangan industri di Indonesia harus didorong oleh SDM yang andal dan kompeten,” tuturnya.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang dimaksud, Kemenperin meminta kepada pelaku industri mamin untuk juga mengembangkan kemitraan dengan Sekolah Menengah Kejuruan di sekitar lokasi pabrik agar meningkatkan kompetensi para siswa/siswi SMK tersebut.

“Kami harapkan, satu industri dapat menggaet lima SMK, maka jumlah yang didorong untuk ikut pelatihan akan meningkat. Kalau mereka bisa bangun politeknik, kami akan beri insentif,” paparnya. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar