Prabowo Lakukan Kudeta Rasa, Didesak Minta Maaf ke Publik

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin berharap Prabowo Subianto meminta maaf ke publik menyusul pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa dirinya berbohong terkait kabar pemukulan di Kota Bandung pada 21 Oktober lalu.

Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, mendesak Prabowo harus meminta maaf karena sudah menyampaikan pernyataan adanya pemukulan terhadap Ratna, Selasa (2/10/2018). Padahal, kabar itu terbukti bohong. “Kebohongan publik yang dilakukan telah mengganggu konsentrasi bangsa yang sedang berduka akibat gempa,” ujar Hasto.

“Pak Prabowo juga menuduh telah terjadi pelanggaran HAM. Beliau juga melakukan manipulasi psikologis, bahkan kudeta rasa. Bagi kami, ini sudah menyentuh aspek yang fundamental: memperdagangkan kemanusiaan untuk elektoral. Karena itulah Pak Prabowo sebaiknya meminta maaf ke publik,” lanjut Hasto.

Saat menyampaikan pernyataan di kediamannya kemarin malam, Prabowo menilai pelaku yang menganiaya Ratna pengecut. Alasannya, kekerasan itu dilakukan terhadap perempuan yang sudah berusia 70 tahun. Bahkan, menurutnya, tindakan ini mengancam keberlangsungan demokrasi di negeri ini.

“Apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet, Rachel Maryam, Fadli Zon, Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S Deyang, Andre Rosiade, Fahira Idris, bahkan pernyataan Pak Prabowo telah menyentuh delik penipuan. Namun biarlah proses hukum yang bicara,” kata Hasto.

Sektretaris Jenderal PDIP itu pun menyebut Ratna telah memainkan drama paling buruk. Drama yang dimaksud tak lain adalah kabar bohong soal pemukulan dirinya.

“Apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet sebagai seorang aktris, telah menghasilkan drama terburuk dalam sejarah peradaban Indonesia,” ungkap Hasto.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar