Prabowo Mencaci Pers, Boni Hargen: Sebuah Kekerdilan Berpikir yang Sangat Memalukan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpotensi otoriter bila terpilih menjadi pemimpin negara. Sikap otoriter itu tampak dari pernyataan Prabowo yang mengecam dan tidak mau menghormati pers.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengatakan hal itu usai acara diskusi di resto Gado-gado Boplo, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Pernyataan Boni  itu menyusul sikap Prabowo yang mengkritik media masa karena menganggap sejumlah media nasional tidak memberitakan aksi reuni 212 akhir pekan lalu di lapangan Monas, Jakarta.

“Dia tidak mau menghargai pers, justru di situ benih-benih otoritarian kelihatan. Jangan-jangan kalau nanti jadi presiden kebebasan pers dibungkam,” kata Boni

Menurut Boni, Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak memahami arti kebebasan pers. Ia menyebut salah satu bentuk kebebasan pers adalah dengan tidak mendikte pers untuk suatu pemberitaan.

“Pers punya fatsun, punya prinsip, punya core of conduct yang tidak bisa kita tabrak atau pengaruhi. Maka apapun keputusan editorial, manajemen di internal pers, itu adalah hak mereka. Independensi pers yah itu,” ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut dia, sikap Prabowo yang kesal dan marah terhadap pers lantaran tidak mendapatkan pemberitaan seperti yang telah direncanakan, tidak tepat.

“Tidak ada kewajiban bahwa TV harus meliput seluruh acara reuni 212. Tidak ada kewajiban harus semua koran meliput dan menaruh fotonya di halaman satu. Itu sebuah kekerdilan berpikir yang sangat memalukan,” kata dia.

Sebelumnya Prabowo marah kepada media-media mainstream Indonesia. Menurutnya terdapat sejumlah media yang enggan memberitakan aksi reuni 212 yang diklaimnya dihadiri oleh 11 juta orang.

Selain itu Prabowo juga menganggap banyak media nasional yang tidak berimbang saat memberitakan jalannya Pemilihan Presiden 2019. Itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam acara bertajuk Hari Perayaan Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu siang.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar