Produk Alsintan China Kalahkan Produk DN di Gresik

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Jika ada produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk impor untuk kegiatan proyek negara hanya karena harga produk impor lebih murah, yang salah adalah kepala daerahnya.

‘’Bukan kesalahan produk dalam negeri. Mau itu mahal atau apapun alasannya, mengalahkan produk dalam negeri, tidak dibenarkan. Patutu dicurigai,’’kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani), Mindo Sianipar pada acara temu usaha Alsintai di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, dalam acara temu usaha Alsintai tersebut, seorang pengusaha alat-alat mesin pertanian dari Gresik mengeluh, surat penawarannya ditolak dan dikalahkan oleh produk impor dari China.

‘’Jadi buat apa lagi saya banggakan sertifikat TKDN (tingkat kandungan dalam negeri red.) yang saya kantongi ini kalau toch harus kalah dengan asing,’’ keluhanya.

Mengomentari hal itulah, Mindo mengatakan kalau keputusan juru lelang di Gresik yang mengalahkan produk dalam negeri tidak benar. Harus kita tau, lanjut Mindo, peraturan TKDN ini adalah keputusan politik, bukan keputusan teknis.

Artinya, jika bicara tentang produk dalam negeri, apalagi yang namanya belanja negara, tidak bisa dimasukkan pertimbangan harga. Mau mahal-pun itu, yang harus dibeli negara adalah produk dalam negeri.

‘’Masa kita pakai uang negara untuk membesarkan industri asing melalui pembelian produknya untuk proyek negara. Ini gak benar, patut dicurigai,’’ kata Mindo.

Untuk itu lanjutnya, pembelian alat pertanian impor yang menggunakan uang negara itu perlu dicurigai. Yang salah bukan produk kita, tapi pemimpin di Gresik,’’ tegasnya.

Ditambahkan oleh Mindo bahwa jiwa nasionalisme sejumlah pengambil keputusan di negeri ini, khsususnya mengenai penggunaan produk dalam negeri, masih rentan. Bahkan katanya, beberapa menteri-pun masih ragu-ragu menerapkan kebijakan P3DN (peningkatan penggunaan produk dalam negeri).

‘’Tampaknya soal P3DN serta kebijakan TKDN harus dibahas lagi dengan presiden. Ini bukan domainnya tingkat menteri lagi,’’ tegasnya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar